panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Februari 2010 | 22:35 wib
Esai Prie GS
Rumus Kehilangan
image

Burung kesayangan saya hilang lagi. Kini giliran perkutut, sebelumnya jalak, sebelumnya lagi kepodang. Ada bermacam-macam reaksi kehilangan. Pertama marah kepada pencurinya karena barang kita hilang. Kedua marah karena gabungan antara kehilangan dan ketersinggungan dan ketiga sedih karena berpisah dari barang kesayangan.

Jika tiga reaksi ini berkumpul menjadi satu akan mendatangkan rasa marah yang sukar diredakan. Tapi katimbang mengumpulkannya menjadi satu, saya lebih memilih untuk melihat reaksi itu satu demi satu untuk melihat dari dekat apa sebetulnya rumus yang saya tetapkan atas sebuah kehilangan itu..

Pertama adalah kemarahan kepada pencuri karena barang kita hilang. Hilang? Sebenarnya tidak. Tidak ada barang yang benar-benar bisa hilang di alam ini. Berubah bentuk mungkn.Tetapi hilang pasti tidak. Jika sudah mati seekor burung memang bisa berubah jadi fosil. Tetapi burung, untuk laku dicuri pasti bukan karena ia telah memfosil. Artinya, burung itu pasti masih hidup. Ia pasti  cuma berpindah tempat dan  ganti majikan.

Jadi tidak perlu khawatir ia akan mengalami perlakuan buruk oleh majikannya yang baru. Logika ibu tiri yang jahat tak berlaku untuk konteks ini. Karena siapapun majikannya, jika tidak memperlakukan burung itu sebagaimana standarnya, ia akas tres dan mati. Ini tabiat standar dari burung piaraan. Tuduhan bahwa burung itu hilang langsung gugur sebelum kasus ini benar-benar masuk pengadilan.

Kedua, adalah reaksi tersinggung karena perasan direndahkan. ''Ini bukan soal kehilangan. Ini soal harga diri karena pencuri itu menjarah rumah kami,'' bisa jadi begitu kata kita dalam hati,  saya tak terkecuali.  Tapi jika ketersinggungan dijadikan alasan, betapa ia akan mengembara ke mana-mana. Karena tersinggung adalah reaksi yang paling tidak jelas ukurannya. Dan seluruh ukuran itu, saya sendirilah penentunya.

Jika hari ini saya tersinggung karena merasa tidak  dihargai pencuri, besok saya juga punya alasan tersinggung karena ada helikpoter berputar-putar di atas  langit rumah saya. Lagipula bagaimana mungkin seorang pencuri diminta menghargai pihak yang dicuri. Artinya tak perlu  berharap pada soal-soal yang memang tak bisa lagi diharap. Mengharap agar pencuri tidak  mencuri saja sudah  sulit setengah mati, karena itu pofesi. Apalagi meminta mereka mencuri sambil tersenyum ramah, meminta izin lebih dulu dan mengucapkan terimakasih setelah mencuri, pasti lebih sulit lagi.

Ketiga adalah perasaan sedih karena berpisah dengan makhluk kesayangan.  Logika perpisahan ini juga bisa terlalu dramatik. Apa ada pertemuan yang tidak disambung dengan perpisahan? Tak ada. Apalagi cuma dengan burung piaraan. Semua jenis pertemuan di dunia akan berujung di perpisahan pada akhirnya, suka atau terpaksa. Berpisah  dengan burung ini adalah latihan yang baik untuk menyambut aneka perpisahan tak terelakkan di kelak kemudian.

Setidaknya ada tiga reaksi atas sebuah kehilangan. Tetapi  setiap satu reaksi ternyata memiliki setidaknya satu alasan penentram. Itulah alasan yang membuat peristiwa apapun akan terasa sebagai biasa-biasa saja. Karenanya, setiap muncul sebuah pesoalan, undang saja segera alasan penenteramnya.

Maka akan terbukti bahwa semua peristiwa yang sedang berlangsung ini sebetulnya tak istimewa. Menjadi luar biasa karena banyak reaksi yang  sering dibiarkan sendirian tanpa teman. Maka jika seseorang sedang bersedih, kesedihan itu akan begitu menyita ruang sehingga menolak kegembiraan yang sebetulnya ingin muncul sebagai teman. (Prie GS)

((Prie GS) /bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
22 Mei 2012 | 11:44 wib
Dibaca: 270
image
15 Mei 2012 | 11:00 wib
Dibaca: 564
image
13 Mei 2012 | 11:52 wib
Parenting Day "Bunga Bangsa"
Melatih Kesabaran dengan Membatik
Dibaca: 630
image
06 Mei 2012 | 18:34 wib
Dibaca: 1019
image
23 April 2012 | 17:33 wib
Dibaca: 1170
Panel menu tepopuler dan terkomentar
06 Mei 2012 | 18:34 wib
13 Mei 2012 | 11:52 wib
15 Mei 2012 | 11:00 wib
FOOTER