panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Sabar Menanti di Angkringan Nganggo Suwe
image

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Jogja adalah gudangnya angkringan. Warung tenda itu dapat dengan mudah ditemukan di setiap sudut kota.  Tapi ada yang berbeda dengan angkringan di Jalan Pramuka no 106, Giwangan ini.

Banyak pengunjung yang rela antri demi menikmati sajian di warung itu.  Itulah alasan angkringan ini diberi nama "Nganggo Suwe", yang dalam Bahasa Indonesia bermakna pakai lama.

"Harus sabar kalau mau makan di sini. Bisa 10 menit baru datang pesananannya," ucap Suwandi (40), salah satu pelanggan. 

Warung milik Sumiyati (60) ini sudah berdiri sejak tahun 1970. Meski sudah puluhan tahun, angkringan itu tetap ramai dikunjungi pelanggan. Tidak ada yang berbeda dengan menu kuliner di warung tersebut.

Sama seperti angkringan pada umumnya, tempat ini juga menyajikan varian nasi kucing seperti belut, sambal teri, dan nasi bakar. Lauknya juga tidak ada yang khusus semisal sate, gorengan, kepala ayam, dan telur puyuh.

Tapi menurut beberapa pelanggan, sajian yang istimewa dari warung ini adalah minuman jahe dan teh.  "Wedang disini lebih segar, dan terasa aroma jahenya," kata Ridho (26), pelanggan lain.

Pemilik angkringan, Sumiyati menuturkan, cara memasak di tempatnya tidak menggunakan kompor minyak atau gas melainkan arang. Itu yang menjadikan rasanya berbeda.

Selain itu, jahe yang akan digunakan untuk membuat wedang terlebih dulu dibakar kemudian digeprok. Baru selanjutnya disajikan dengan campuran gula jawa.

Untuk minuman teh, dia tidak hanya menggunakan satu macam tapi dua merek yang  dicampur sehingga rasanya berbeda. "Teh biasa yang saya beli dipasar, cuma digabung jadi rasanya lain," katanya.

Soal nama warungnya yang cukup unik, Sumiyati mengaku awalnya berniat memberi sebutan "Numani" yang berarti membuat ketagihan. Tapi karena jumlah pengunjung banyak hingga membuat mereka menunggu lama, akhirnya dinamai "Nganggo Suwe".

Harga makanan dan minuman di warung ini juga tidak berbeda dengan tempat lain. Nasi dijual seharga Rp 2.000-Rp 5.000 per bungkus, sedangkan minuman rata-rata Rp 2.000 hingga 4.000.

Dalam menjalankan usaha, Sumiyati dibantu anak dan menantunya serta tiga karyawan. Warung yang buka mulai pukul 17.00 05.00 ini juga tetap melayani pengunjung saat hari libur dan besar.

( Amelia Hapsari / CN19 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49751
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50704
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52708
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 51516
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7540
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER