panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Januari 2014 | 17:07 wib
Proses Tradisional, Pertahankan Citarasa Kue Keranjang
image

PERAYAAN tahun baru china atau Imlek selalu identik dengan kue keranjang. Kue berasa manis nan legit ini pasti menjadi menu khas Imlek di setiap tahunnya. Namun seiring berjalannya waktu, permintaan kue kerajang terus menurun.

Hal tersebut diakui oleh Ong Eng Hwat, seorang pembuat kue keranjang tradisional, di Jl Kentangan Tengah, No 67 Semarang ini. Saat ditemui di rumahnya, Senin (27/1), Eng Hwat mengaku permintaan kue keranjang untuk Imlek tahun ini menurun. Untuk tahun ini dia bisa membuat satu ton kue keranjang, atau sekitar 3.000 bungkus.

"Saya tidak mengetahui sebabnya terjadi penurunan pada permintaan pesanan ini, kemungkinan sudah banyak saingan dan faktor ekonomi," ujarnya.

Dia juga mengatakan, faktor generasi juga mempengaruhi penasanan kue keranjang. Sebab usaha yang dikelola ini sudah merupakan genarasi ketiga di keluarga besarnya. Sehingga, sekarang yang anak muda mencari kue keranjang yang proses pembuatannya lebih moderen.

"Padahal, kue keranjang produksi saya masih menggunakan cara tradisional, sehingga citarasa yang dihasilkan masih terjaga sejak usaha ini dikelola oleh nenek saya 60 tahun silam," ungkapnya.

Cara tradisional yang masih dipertahankan, seperti masih menggunakan cetakan kue keranjang dari rotan, dan mengukusnya pun masih menggunakan tungku dengan kayu bakar. Sehingga matangnya lebih merata dengan waktu kukus 6-8 jam. Sedangkan untuk bumbunya, Eng Hwat mengaku kue keranjang buatannya tidak menggunakan bahan pengawet.

"Jika kue keranjang buatan moderen, mereka sudah menggunakan cetakan modern sedangkan untuk mengukusnya, mereka menggunakan kompor," jelasnya.

Salah seorang pelanggan yakni Endang Wahyuningsih (44) mengaku setiap tahun masih membeli kue keranjang buatan Eng Hwat. Sebab, menurutnya kue keranjang tersebut berasa lezat dan manisnya berbeda dengan kue keranjang toko-toko lainnya.

"Setiap tahun saya selalu beli ke sini, dan idola saya adalah kue keranjang dengan bungkus daun, sebab dengan bungkus daun ini citarasanya lebih lezat dan unik dibanding dengan bungkus plastik," akunya.

Rasa yang ditawarkan pun bermacam-macam, mulai dari rasa asli yakni vanili dan cokelat. Namun untuk mengikuti selera pasar Eng Hwat pun memodifikasinya dengan rasa durian dan kacang. Biasanya kue Keranjang buatan Eng Hwat per kilonya dijual seharga Rp 30-40 ribu, dan per kilonya berisi tiga hingga empat kue.

( Apit Yulianto / CN31 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49750
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50703
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52707
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 51515
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7540
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER