panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 November 2013 | 11:40 wib
Mi Ayam Pak Giyo Digemari Pelanggan Berbagai Kota
image

SAAT ini mi telah mendunia. Di pasar swalayan, mi mudah ditemukan dan diperoleh. Warung, restoran maupun pedagang kaki lima banyak menjajakan aneka makanan mi. Mi bisa dimasak dengan aneka bumbu maupun rasa, goreng, rebus dan bahkan mi instan.

Demikian halnya di Wonosobo, selain mi ongklok yang merupakan makanan khas daerah pegunungan itu, ada pula mi ayam. Meski mi ayam bukan asli Wonosobo, tetapi keberadaannya sudah puluhan tahun dan cukup banyak penggemarnya.

Mi ayam memang mendapat tempat di hati pecinta kuliner. Meski cukup banyak pedagang mi ayam, tetapi ada yang berbeda dari ayam buatan Pak Giyo (52 tahun).

Ratusan pelanggan tiap hari mengunjungi warung mi ayam di simpang tiga jalur lingkar selatan-Jalan T Jogonegoro, Kalierang Kecamatan Selomerto Wonosobo, ini.

Pak Giyo (52) ketika ditemui Suaramerdeka.com, Jumat (29/11), mengatakan dirinya merintis berjualan mi ayam sejak masih lajang, sekitar 34 tahun silam. Waktu itu, untuk mencari pengalaman - selagi masih muda, dia merantau ke Kota Subang Jabar untuk berjualan mi ayam.

Setelah berkeluarga dan mempunyai anak, tahun 1992, Pak Goyo kembali ke Wonosobo. Dia pun membuka warung mi ayam di pinggir jalan raya Wonosobo-Banjarnegara, di Desa Kalierang Kecamatan Selomerto.

Usaha yang dijalankan Pak Giyo semakin lama menunjukan kemajuan. Pelanggannya terus bertambah, tidak hanya warga setempat maupun pelanggan dari Wonosobo saja, tetapi mereka tersebar di berbagai kota di Jateng dan daerah lainnya.

Hal itu tak terlepas dari lokasi warung yang berada di pinggir jalan antar kota yang cukup strategis. Sehingga banyak pengunjung luar kota yang singgah di warungnya.

Pria beranak tiga dengan satu cucu ini mengaku, untuk memuaskan pelanggan, dia selalu menjaga kualitas rasa dan memberi pelayanan yang baik.

Bahan baku yang digunakan adalah yang terbaik. Pak Giyo membuat sendiri mi basah dari gandum berkualitas; daging ayam dan sayuran segar. Dijamin mi buatan Pak Giyo tak tercampur formalin.

Kakek yang rajin melaksanakan salat tahajud, ini pun semakin mantap menekuni usaha mi ayam. Kini, dia dibantu atau kerja sama dengan anak sulungnya, Aan (27 tahun) mengelola warungnya.

Mi ayam Pak Giyo cukup berbeda dengan lainnya, karena juga menyediakan mi ayam ceker ayam, sate hati/rempela ayam dan tempe kemul.

Tiap hari rata-rata mampu menghabiskan mi basah 20 Kg, daging ayam tujuh Kg, dua Kg hati/rempela ayam dan "balungan" sebanyak lima Kg.

Berkat doa dan usaha kerasnya, Pak Giyo kini mampu menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi di Yogyakarta maupun menantunya di perguruan tinggi agama di Wonosobo. Dia bersama istri pun sudah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Anna dan Muna yang kini bermukim di Jakarta, mengaku tiap pulang ke Wonosobo selalu menyempatkan singgah ke warung mi ayam ceker Pak Goyo di Kalierang. Mi ayam Pak Giyo dengan kuah yang relatif kental membuat lidah terus bergoyang.

( Sudarman / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49370
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50359
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52378
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 51147
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7430
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER