panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 November 2013 | 18:28 wib
Ganjel Rel, Kini Dilupakan
image

SELAIN lumpia, ganjel rel merupakan salah satu kuliner khas Kota Semarang. Panganan tersebut diolah berbahan baku rempah-rempah seperti cengkih, gula aren, kayu manis, dan kembang lawang. Berbentuk balok berwarna coklat, terbuat dari gaplek bertabur biji wijen di atasnya. 

Kudapan ini semakin dilupakan masyarakat karena kalah tenar dengan produk roti modern. Roti tempo dulu bercita rasa legit itu jarang terlihat menghiasi etalase para pedagang kue tradisional. Hanya beberapa saja yang masih menjajakannya di Semarang. 

Menurut salah satu pengusaha roti di kawasan Kauman Semarang, Sulistiyono (50), ganjel rel memang tidak diproduksi setiap saat karena permintaan pasar pada hari biasa tidaklah banyak. "Biasanya dipesan untuk keperluan tradisi bagi-bagi roti saat dugderan menyambut datangnya bulan puasa," ujar pria yang menekuni bisnis roti sejak 10 tahun silam ini. 

Satu potong berukuran 10x30 centimeter dijual Rp 24.000, sedangkan ukuran 24x24 centimeter dijual Rp 37.000. Saat bulan puasa ia bisa memproduksi sampai 5.000 potong per hari. Namun pada hari biasa jumlah pesanan menurun drastis tidak lebih dari 500 potong per hari.

Popularitas ganjel rel, kata dia, memang kalah tenar dibanding roti jenis lainnya. Apalagi saat ini persaingan bisnis roti semakin ketat. Munculnya aneka jenis kue seperti brownies, rainbow cake, black forest dan masih banyak lagi membuat kue ganjel rel mulai dilupakan. 

"Aslinya roti ini terbuat dari singkong jadi teksturnya memang tidak lembut. Sehingga agak alot dan sulit dikonsumsi," katanya.

Pelaku bisnis kue ganjel rel pun kini mulai memodifikasi resep asli dengan mengganti bahan dasar menjadi tepung terigu. Seperti Roti Selina di Jalan KH Wahid Hasyim.

Toko kue yang masih menjajakan aneka roti tempo dulu ini masih memproduksi ganjel rel. Sekarang, roti manis ini tidak sepadat sedia kala. Bahan dasarnya sudah dimodifikasi menggunakan tepung dan telur yang disesuaikan dengan selera masyarakat saat ini. 

"Bahan dasar yang awalnya memakai singkong kini menjadi tepung terigu. Agar teksturnya lebih lembut dan mudah dikonsumsi," ujar Yeni Ertanti Counter Roti Selina.

Yeni berharap ganjel rel menjadi salah satu kuliner khas Semarang yang banyak diminati sama seperti lumpia. Sehingga dapat dikenal masyarakat luar daerah tidak hanya saat bulan puasa saja. 

Pemerhati kuliner, Suntaram Candra dari Dian Mas Cake Decoration menuturkan, roti ganjel rel sudah ada sejak puluhan tahun silam. Kue ini merupakan peninggalan Belanda yang dibuat menggunakan bahan asli Indonesia. Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, masih asli dari dulu. Nama aslinya adalah roti gambang, tapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama ganjel rel. 

"Konon, kue ini menjadi teman minum teh nonik Belanda," katanya. 

Kue ganjel rel, kata dia, simbol dari tidak adanya gangguan. Konon katanya, orang yang mengonsumsi roti ini menjadi lebih kuat, berpikiran jernih, tenang, dan tanpa gangguan. Ternyata kepercayaan ini tidak sepenuhnya salah, karena roti ini memang kaya akan serat baik untuk pencernaan dan mengenyangkan dengan komposisinya yang padat.

( Fista Novianti / CN31 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49173
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50175
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52192
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 50963
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7395
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER