panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Oktober 2013 | 10:59 wib
Gudeg Bu Atin, Hidangan Favorit Gubernur Ganjar
image

ANEKA macam kuliner saat ini banyak bertebaran di setiap sudut Purbalingga, baik yang tradisional maupun modern dengan berbagai variasinya. Namun tak banyak yang bisa menembus Pendapa Dipokusumo untuk menjadi hidangan tamu penting.

Salah satunya adalah Gudeg Bu Atin. "Alhamdulillah, gudeg saya beberapa waktu lalu disajikan untuk makan siang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari," kata Chamdiyatin (43), pemilik Gudeg Bu Atin.

Namun gudeg Bu Atin tak hanya untuk dinikmati kalangan pejabat. Masyarakat umum pun bisa menikmati. Karena setiap Minggu pagi, Atin dan suaminya, Guntoro Eko Putro (47) menggelar dagangan di pojok alun-alun dekat rutan.

Soal rasa, jangan tanya. "Gudeg ini asli Jogja karena suami saya orang Sleman, Jogja. Saya dapat resep gudeg dari ibu mertua yang pernah juara 1 lomba makanan tradisional tingkat Kabupaten Sleman waktu itu," kenang Atin.

Tak heran, dalam waktu cukup cepat, cita rasa gudeg Bu Atin ini menyebar dari mulut ke mulut. Orang pun rela berdesak-desakkan setiap Minggu pagi antre menunggu giliran dilayani Atin. Ada yang dimakan di situ, ada pula yang dibawa pulang.

Atin yang bekerja sebagai PNS guru di SMP Negeri 3 Mrebet ini dengan sabar melayani pelanggannya. Mereka tak hanya dari wilayah Kecamatan Purbalingga namun juga dari kecamatan lain. Bahkan ada juga yang dari Purwokerto, Sokaraja, Pemalang.

"Mereka sengaja datang ke sini hari Minggu pagi untuk sarapan gudeg. Banyak pula orang Purbalingga yang bekerja di Semarang, Cilacap, Jakarta, ketika pulang kampung selalu menyempatkan diri menikmati gudeg kami," tuturnya.

Atin yang masih aktif menjadi PNS guru di SMP 3 Mrebet itu menuturkan, untuk mempertahankan cita rasa Jogja, dia mengambil krecek rambak langsung dari Jogja. Dia buka hanya setiap hari Minggu mulai pukul 05.30-08.00 Wib.

Seringkali di saat perangkat jualan sudah dikemas untuk bersiap pulang, masih saja ada 1-2 pelanggan yang datang. Karena tak ingin mengecewakan, Atin tetap melayani. "Kasihan kalau ditolak," ujar ibu tiga anak itu.

Setiap hari Minggu itu, Atin mengaku menghabiskan gori untuk gudeg 25-30 kg. 200-250 butir telur, 10-15 ekor ayam, 100 tahu dan tempe bacem, 30 butir kelapa untuk santan kental, 2-3 kg  rambak untuk krecek, dan 12-15 kg beras.

Selain hari Minggu, Atin tidak menggelar dagangan. Dia juga tidak buka cabang. Namun di rumahnya di Kelurahan Kalikabong RT 04/03, Kecamatan Kalimanah, dia menerima pesanan nasi boks maupun untuk prasmanan hajatan.

( Arief Noegroho / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49173
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50175
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52192
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 50963
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7395
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER