
DULU pizza masih jadi kudapan kalangan berduit. Namun saat ini makanan sehari-hari orang Italia itu bukan lagi makanan elite. Ragam pizza murah mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 55 ribu mudah ditemukan di kedai Doremi Pizza.
Waralaba pizza untuk konsumen kebanyakan ini menawarkan berbagai macam menu seperti meat lover, chicken favourite, meat mania, beeforn, beef favourite, dan supreme. Emilia Ardi (38), pemilik kedai di Robuchon Mal Paragon ini mengatakan, pembeli pizza di kedainya tak pernah surut.
Dalam seminggu dia bisa menghabiskan 25 kilogram tepung terigu dan 25 kilogram keju mozarella untuk membuat pizza. "Apalagi kalau Jumat, Sabtu, dan Minggu, jumlah konsumen bisa naik dua kali lipat. Kami bisa menjual sekitar 100 porsi pizza," katanya.
Dalam event Semarang Great Sale 2011 ini, Emilia mengeluarkan menu pizza terbaru yakni pizza tuna dan pizza daging sapi asap. Pizza tuna dijual mulai harga Rp 19.000 hingga Rp 60.000. Sementara pizza daging sapi asap dijual dari Rp 20.000 hingga Rp 70.000 per porsi.
"Pizza tuna dengan taburan ikan tuna di atas pizza, memiliki rasa yang berbeda dengan pizza lainnya. Soal rasa kami berani bersaing dengan kedai-kedai pizza milik asing yang ada di sini," ujarnya.
Emilia bersama suaminya, Ardi Takariyanto, menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan usaha waralaba asal Surabaya ini. Awalnya Ardi pernah bekerja di CFC Jawa Tengah sebagai manajer training selama delapan tahun.
Kemudian Ardi sempat berpindah-pindah tempat kerja. Berbekal pengalamannya, Ardi memberanikan diri membuka usaha waralaba makanan siap saji. "Saya tidak pilih menu utama ayam goreng karena sudah banyak saingannya. Kalau pizza, pesaingnya masih sedikit sekali," ujarnya.
Usaha pizza ini didukung keterampilan Emilia dalam memasak. Emilia pandai membuat chicken patty dan beef patty, untuk bahan dasar burger. Sebab selain menyajikan menu pizza, Doremi Pizza juga menawarkan menu burger dan ayam goreng.
"Resep chicken dan beef patty kami berbeda dengan yang lain. Daging yang digunakan lebih banyak daripada tepung panir, sehingga rasa daging benar-benar terasa," tutur Emilia.
Ke depan, pasangan suami istri ini berencana menambah kedai pizzanya di pusat perbelanjaan atau mal. Mereka ingin mengangkat Doremi Pizza yang awalnya hanya dijual dengan gerobak, agar bisa masuk mal.
"Karena itu kami menggunakan istilah porsi small, reguler, dan family, bukan kecil, sedang, besar untuk mengangkat citra," tutur Emilia.
( Fani Ayudea / CN33 )