
NASI goreng. Siapa tak kenal. Menu yang satu ini sudah menjadi favorit banyak kalangan. Bahkan, Presiden Amerika Barrack Obama sempat mengungkapkan kesukaannya pada kuliner yang satu ini saat berkunjung ke Indonesia, baru-baru ini.
Maka, pedagang nasgor, sebutan lain untuk nasi goreng, pun rajin berkreasi untuk menyajikan menu biasa menjadi yang tak biasa ini. Di Rembang, kreasi unik nasgor patayat mampu mencuri perhatian banyak penggila wisata kuliner.
Nasgor kreasi Sudarsih (45), warga Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, ini cukup unik. Disajikan dalam balutan telur dadar, nasgor dengan cita rasa khas ini seolah tampil ”santun” dengan kerudungnya.
Ihwal nama patayat, istri Yoyok (46) ini punya cerita lain. Nama patayat diambil dari kata fatayat, organisasi muslimat NU. Karena ibu-ibu fatayat NU kerap berkerudung, pihaknya pun menamai nasgor berkerudung kreasinya dengan sebutan nasgor patayat.
Bumbu Sederhana
Ibu dua anak ini menyebutkan, nasgor patayat diracik dari bumbu sederhana. Nasi putih digoreng dengan campuran lombok dan bawang hingga berubah warna menjadi kekuningan. Untuk memperkaya rasa, bahan tambahan seperti mie, rolade bandeng dan potongan bakso bandeng dicampurkan. Beberapa bumbu ”rahasia perusahaan” pun ditambahkan untuk penguat rasa.
Di sini perbedaanya. Jika biasanya telur dadar dicampur saat memasak atau dirajang dan ditabur begitu saja di atas nasgor. ”Begitu nasi goreng jadi, telur dadar kemudian dikerudungkan diatanya,” jelasnya.
Penyajian yang unik ini membuat nasgor kreasinya menjadi salah satu favorit di warung Tata Rasa miliknya. Sejak buka di bagian selatan Alun-alun Kota Rembang awal Bulan Puasa lalu, menu yang satu ini terhitung paling banyak dipesan pembeli.
Selain nasgor patayat ini, lanjut dia, pihaknya juga menawarkan berbagai menu kuliner seperti ikan tawar bakar, swike bakso bandeng dan soto bandeng. Namun dari berderet menu pilihan itu, nasgor seharga Rp 6.000 per porsi itu lah yang paling menjadi favorit.
( Saiful Annas / CN13 )