
MEMULAI usaha apalagi yang kaitannya dengan kuliner yang baru berusia bulanan perlu usaha yang keras untuk berkembang pesat. Namun hal itu berbeda di tangan Imron, pemilik warung makan gulai kepala manyun yang berada di Jl Cendrawasih Kota Pekalongan tepat di seberang Pengadilan Negeri Pekalongan.
Awal bisnis kuliner itu dari mengganti tempat kakaknya yang sebelumnya berjualan warung biasa, oleh Imron warung tersebut disulap dengan menu utama gulai kepala manyun. Karena lezatnya menu yang disajikan langganan pun makin banyak, terutama saat jam makan siang datang.
Dengan resep yang ia bikin sendiri didominasi dengan daun-daunan dan rempah-rempah, suami Sumiati (37) ini memulai proses memasak gulai usai berbelanja kepala manyun di TPI Pekalongan. “Kunci masakan saya ada di bahan kepala manyun yang datang dari kapal arek-arek sekitar pukul enam pagi” ujarnya.
Dengan memilih kepala manyun yang segar, masakan gulai kepala manyun racikan Imron menjadi tak terlupakan di lidah penggemarnya. "Lebih baik saya libur berjualan daripada mendapatkan kepala manyun yang tidak segar," terang warga Jalan WR Supratman ini.
Pindang Serani Tuna
Dengan dibantu istrinya, Imron yang membuka warungnya dari pukul 10.00 WIB hingga sore ini mengaku bisa menghabiskan 30 porsi kepala manyun setiap harinya. Gulai kepala manyun di tempatnya dihargai bervariasi, mulai dari delapan ribu untuk ukuran paling kecil, hingga ukuran manyun monster yang dihargai Rp 18.000 per porsinya.
Namun rata-rata untuk kepala manyun yang ada dihargai Rp 14.000–Rp 15.000 per porsinya. Pelanggan warung gulai kepala manyun pak Imron sendiri bermacam-macam, mulai pegawai kantoran hingga pengusaha batik kelas atas. Bahkan nikmatnya gulai kepala manyun pak Imron ini sudah terkenal hingga Limpung, Kajen dan Wiradesa.
Selain gulai kepala manyun, di warung berukuran 25 meter persegi yang menempel di dinding sebelah timur SMP 2 Kota Pekalongan ini juga menyediakan pindang serani tuna yang dijual Rp 4.000 per porsi. Penggemar khusus pindang serani tuna ini menurut Imron juga sudah ada meskipun tidak sebanyak pelanggan masakan gulai kepala manyun yang ada.
Dengan nasi yang masih hangat serta diteburi bawang goreng, serta lombok rawit rebus sebagai tambahan di kuah gulai kepala manyun tersebut, satu porsi nasi rasanya tak cukup untuk menemani gulai tersebut. Nah, wisata kuliner ini rasanya bisa dijadikan alternatif makan siang anda di Pekalongan.
( Makhjudin Zein / CN13 )