panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Oktober 2010 | 22:04 wib
Warung "Imron" Pekalongan
Lezatnya Gulai Kepala Manyun
image

MEMULAI usaha apalagi yang kaitannya dengan kuliner yang baru berusia bulanan perlu usaha yang keras untuk berkembang pesat. Namun hal itu berbeda di tangan Imron, pemilik warung makan gulai kepala manyun yang berada di Jl Cendrawasih Kota Pekalongan tepat di seberang Pengadilan Negeri Pekalongan.

Awal bisnis kuliner itu dari mengganti tempat kakaknya yang sebelumnya berjualan warung biasa, oleh Imron warung tersebut disulap dengan menu utama gulai kepala manyun. Karena lezatnya menu yang disajikan langganan pun makin banyak, terutama saat jam makan siang datang.

Dengan resep yang ia bikin sendiri didominasi dengan daun-daunan dan rempah-rempah, suami Sumiati (37) ini memulai proses memasak gulai usai  berbelanja kepala manyun di TPI Pekalongan. “Kunci masakan saya ada di bahan kepala manyun yang datang dari kapal arek-arek sekitar pukul enam pagi” ujarnya.

Dengan memilih kepala manyun yang segar, masakan gulai kepala manyun racikan Imron menjadi tak terlupakan di lidah penggemarnya. "Lebih baik saya libur berjualan daripada mendapatkan kepala manyun yang tidak segar," terang warga Jalan WR Supratman ini.

Pindang Serani Tuna
Dengan dibantu istrinya, Imron yang membuka warungnya dari pukul 10.00 WIB hingga sore ini mengaku bisa menghabiskan 30 porsi kepala manyun setiap harinya. Gulai kepala manyun di tempatnya dihargai bervariasi, mulai dari delapan ribu untuk  ukuran paling kecil, hingga ukuran manyun monster yang dihargai Rp 18.000 per porsinya.

Namun rata-rata untuk kepala manyun yang ada dihargai Rp 14.000–Rp 15.000 per porsinya. Pelanggan warung gulai kepala manyun pak Imron sendiri bermacam-macam, mulai pegawai kantoran hingga pengusaha batik kelas atas. Bahkan nikmatnya gulai kepala manyun pak Imron ini sudah terkenal hingga Limpung, Kajen dan Wiradesa.

Selain gulai kepala manyun, di warung berukuran 25 meter persegi yang menempel di dinding sebelah timur SMP 2 Kota Pekalongan ini juga menyediakan pindang serani tuna yang dijual Rp 4.000 per porsi. Penggemar khusus pindang serani tuna ini menurut Imron juga sudah ada meskipun tidak sebanyak pelanggan masakan gulai kepala manyun yang ada.

Dengan nasi yang masih hangat serta diteburi bawang goreng, serta lombok rawit rebus sebagai tambahan di kuah gulai kepala manyun tersebut, satu porsi nasi rasanya tak cukup untuk menemani gulai tersebut. Nah, wisata kuliner ini rasanya bisa dijadikan alternatif makan siang anda di Pekalongan.

( Makhjudin Zein / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 15:59 wib
Dibaca: 110
image
17 Mei 2012 | 21:53 wib
Dibaca: 661
image
16 Mei 2012 | 15:56 wib
Dibaca: 451
image
15 Mei 2012 | 09:44 wib
Dibaca: 1334
image
14 Mei 2012 | 11:30 wib
Dibaca: 1539
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER