panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 September 2010 | 08:10 wib
Sensasi Ledakan Petasan Oseng-oseng Mercon
image

Yogyakarta, CyberNews. Kalau selama ini orang bilang Kuliner Yogjakarta identik dengan citarasa manis dan tak pedas, tapi menu satu ini dijamin bakalan bikin kita meringis lantaran pedasnya minta ampun. Menu makanan ala Yogjakarta yang pedas ini namanya Oseng Oseng Mercon.

Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, Oseng-oseng identik dengan masakan dengan cita rasa pedas yang semula populer sebagai makanan rakyat.

Adalah Sunarti yang akrab dipanggil Bu Narti pemilik warung lesehan yang menyajikan masakan utama Oseng-oseng mercon di bilangan Jalan KHA Dahlan Yogjakarta.

Menurut Bu Narti, hingga saat ini ia masih bertahan menjual masakan oseng-oseng mercon dengan resep aslinya tanpa ada perubahan rasa dan kualitas.

Istilah mercon dalam nama masakan ini hanyalah untuk menggambarkan tingkat kepedasannya yang luar biasa. Begitu pedasnya, sehingga orang yang merasakan seperti sensasi petasan yang meledak dimulutnya ketika menyantapnya.

Warung lesehan Bu Narti ini sudah beroperasi sejak tahun 1997, sekaligus juga pioner menu Oseng Oseng Mercon di Yogjakarta. Bu Narti memulai usaha kulinernya ini dengan modal yang sangat kecil. Hanya Rp.120.000!! itupun modal yang diberi oleh menantunya. Rp.45.000 beliau dapatkan sebagai keuntungan pertamanya.

Menurutnya, cita rasa yang membedakan oseng mercon ini dengan oseng mercon lainnya yang banyak dijual di kota ini adalah pada rasa manisnya. Manis pada oseng mercon masakannya ini yaitu manis gula jawa asli yang memang sengaja diracik dengan resep yang pedas dan campuran bahan cabai kualitas super.

Dalam pembuatan oseng-oseng mercon ini menggunakan perbandingan 50:5 yaitu, dengan takaran jika 50 kilogram daging sapi, maka cabai yang digunakan sebanyak lima kilogram.

Warung lesehan Oseng-oseng mercon ini miliknya buka dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Dalam satu malamnya, dirinya mampu menjual oseng-oseng mercon sebanyak 200 porsi. Sedangkan harga satu pori oseng-oseng mercon ini Rp11.000.

"Penghasilan saya semalam dalam menjual masakan oseng-oseng mercon ini rata-rata Rp2 juta hingga Rp3 juta. Saya tidak akan membuka cabang di tempat lain dan berupaya menyajikan menu oseng-oseng mercon ini dengan resep aslinya terdahulu,"katanya.

( Wahyu Putranto / smcn )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 15:59 wib
Dibaca: 110
image
17 Mei 2012 | 21:53 wib
Dibaca: 661
image
16 Mei 2012 | 15:56 wib
Dibaca: 451
image
15 Mei 2012 | 09:44 wib
Dibaca: 1334
image
14 Mei 2012 | 11:30 wib
Dibaca: 1539
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER