panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Maret 2010 | 12:24 wib
"Lamongan Indah"
Nikmatnyo Pecel Lele Buatan Aliyudin
image

Menikmati malam di depan Gereja Imanuel atau lebih terkenal dengan sebutan Gereja Blenduk Semarang, sangat eksotis. Apalagi posisi dari gereja tersebut yang tepat di tengah-tengah kawasan kota lama, sehingga sepanjang mata kita memandang yang ada hanyalah bangunan-bangunan yang telah dibangun sejak masa kolonial.

Little Holland begitu banyak orang menyebut kawasan tersebut memiliki luas lahan mencapai 31 hektar dan bangunan dengan arsitektur eropa yang berjumlah ratusan, membuat para pelancong tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikannya.

Setelah capek berkeliling menikmati indahnya kota lama di malam hari, ada baiknya anda melepas lelah dan mengisi perut di warung “Lamongan Indah” lokasinya sekitar 200 meter dari Gereja Mblenduk atau tepatnya di depan Gedung Pajak Semarang (atau terkenal dengan sebutan Gedung papak).

Warung yang dikelola oleh Aliyudin dan adiknya Sayidin itu, layaknya warung-warung lainnya tidak ada ornament layaknya rumah makan ataupun restoran. Namun yang sangat menarik disini Aliyudin menyediakan tikar sehingga pengunjung bisa duduk lesehan di samping warung dengan posisi memandang taman kota yang ada didepannya.

Pecel Lele adalah menu yang sangat-sangat istimewa di warung ini, keistimewaan warung Aliyudin bukan pada lelenya karena cara penyajian ikan lele tidak jauh beda dengan warung-warung lamongan sejenis tapi sambalnya lah yang membuat menu masakan di warung ini menjadi istimewa.

Menurut Aliyudin bumbu yang dia pakai untuk membuat sambal hanya bawang merah, bawang putih, sediikit kacang mete, tomat, garam semua ditakar dengan pas dan hasilnya sangat istimewa.

Meski ikan lele yang disajikan masih panas karena baru ditiriskan dari wajan penggorengan, melihat sambal yang begitu istimewa membuat kita tidak sabar untuk mencobanya seketika itu juga. Menariknya meski lele sudah masuk semua ke perut kita, namun sambal buatan Aliyudin itu masih saja bisa digado.

Sayidin mengatakan warung makan milik kakaknya itu setidaknya tiap hari bisa menjual masakan lele sebanyak 5 kilogram, bebek 7 potong dan ayam 9 potong.

Seringkali dua penjual ini juga tidak sungkan menemani ngobrol pengunjungnya, sehingga saat makan di warung ini sudah view-nya bagus, Pecel Lelenya nan nikmat dan bisa ngobrol ngalor ngidul dengan penjualnya.

Untuk harga, jangan khawatir warung lamongan satu ini terbilang murah untuk kalangan mahasiswa, seporsi Pecel Lele plus nasi dan jeruh hangat kita hanya mengeluarkan uang  sebesar Rp 8.000,-.

Klop, sudah perjalanan malam anda di ”Little Holand” setelah memuaskan diri dengan berkeliling kawasan kota lama dan ditutup dengan acara menyantap Pecel Lele dengan nyaman dan nikmat.

( Wisanggeni / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 49355
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 50347
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 52364
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 51135
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 7421
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER