panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Prokem Semarang
Walikan, Bahasa Kalangan 'Gali' yang Kini Merakyat
image

http://saeitubaik.blogspot.com

Bahasa prokem semarangan pada awalnya muncul dari kalangan gali (preman) sebagai bahasa sandi pada era 1970-an, tapi seiring berjalanya waktu, bahasa ini mulai merakyat. Bahasa prokem Semarang sebenarnya adalah bahasa walikan (memindah-mindahkan tatanan huruf jawanya /HANACARAKA). Rumusannya sangat sederhana. Dua puluh huruf Jawa dibagi menjadi dua kelompok. Sepuluh huruf urutan pertama dibaca sesuai dengan urutannya. Sepuluh huruf kedua dibaca terbalik. Dua deret huruf itu kemudian disusun dalam dua baris. Setelah itu, semua huruf konsonan pada kata baku bahasa Jawa ditukar dengan huruf dari baris yang berlawanan. Sedangkan huruf vokal dibiarkan sesuai aslinya.

Rumus

Baris Pertama (ha.na.ca.ra.ka) menuju baris ke-empat (ma.ga.ba.tha.nga). Baris kedua (da.ta.sa.wa.la) beralih ke baris ke-tiga (pa.dha.ja.ya.nya). Huruf pertama (HA) pada baris pertama berubah ke huruf terakhir baris keempat (NGA). Huruf kedua pada baris kedua (TA) beralih ke baris ketiga huruf ke empat (YA)

Contoh lainnya seperti:

ADIK : ngawim

ADUS : ngawus

APIK : ngalim

AWAKE: ngadame

BOJO: coso

ENAK: ngetham

IKI : ngimi

ISO : ngijo

JALAN: sapath

KABEH : maceh

KANCA : mathba

KERE HORE: mege ngoge

KESEL: mejep

KOK : mom

KURANG : mugang

LARANG : pagang

LUNGA : puha

MABUK : kacum

MANGAN : kahath

MELU : kepu

OMONG : ngokong

ONO: ngotho

OPO : ngolo

RAK : gam

RENE : gethe

ROKOK : gomom

SEPI : jeli

SIK : jim

SING : jing

SISAN : jijath

SUNAT : juthat

TELU : yepu

TERUS : yegus

WIS : Dhis

WONG : dong

Beberapa kata prokem yang sudah diadopsi menjadi bahasa semarangan antara lain denyom (wedhok = perempuan, pacar), calam (bapak), ngicu (ibu), coso (bojo = suami atau istri), ngoce (ngombe = minum miras), jelepuh(sepuluh), jemet (seket = lima puluh), dan jayus (satus = seratus). Banyak pula kata asli Semarang yang tidak jelas asal usulnya, misalnya nggasruh (ngawur), kamso (ketingalan zaman), poleng (uring-uringan), gomjet (bokek), dan ngothek (banyak omong). Dalam bahasa semarangan banyak kata-kata Jawa yang mengalami penyingkatan dan perubahan bunyi. Misalnya "orak’’ menjadi ’’rak’’, ’’marakke’’ menjadi ’’sarakke’’, ’’ngerti’’ menjadi ’’reti’’, ’’mengko ndhisik’’ menjadi ’’ngko sik’’, dan masih banyak lagi. 

Akhir-akhir ini, bahasa tersebut bagai lenyap ditelan bumi. Kurangnya perhatian dari generasi sekarang merupakan faktor utama hampir hilangnya bahasa tersebut.

(Eko Wahyu Budiyanto/CN37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 67519
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 48882
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 48185
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 56742
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 56390
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER