panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 November 2013 | 22:17 wib
Indahnya Kerukunan Hidup Warga Desa Giyono
Melongok Upacara Merdi Desa Lintas Agama
image

MERDI DESA: Ratusan warga Desa Giyono, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, mengarak gunungan dan berbagai uba rampe dari permukiman menuju Sendang Ayu Mbunggede, Selasa (5/11). (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

Butiran embun masih menempel pada daun-daun pohon kopi yang terlihat seiring semburat sinar matahari pagi, di hamparan ladang tanah subur Desa Giyono, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Selasa (5/11).

Suasana hening damai alam desa, pagi itu mendadak berubah menjadi hiruk pikuk, lantaran hampir seribu orang warga desa Giyono hendak mengadakan acara Merdi Desa, tepat 1 Suro 1947 Chaka, atau 1 Muharam 1435 Hijriyah.

Mulai anak-anak hingga kaum manula baik laki-laki maupun perempuan mengenakan beragam pakaian adat Jawa. Mereka berkumpul pada sebuah titik, kemudian berjalan beriringan menuju tempat ritual utama, yakni Sendang Ayu Mbunggede yang berjarak 500 meter dari permukiman warga.

Kirab dengan tema Supeketining Rukun Warga Agawe Sentosaning Bangsa (kebersamaan dan kerukunan warga membawa kemakmuran bangsa), ini bukanlah hanya sekadar seremonial belaka. Pasalnya, para pesertanya terdiri dari lintas agama, ada Islam, Nasrani, dan Budha.

Tak heran jika di antara panji-panji desa, gunungan yang dipanggul tampak di pasang paling tinggi,lambang persatuan negara, yakni replika patung burung Garuda Pancasila.

Pada urutan pertama Mbah Reti (65), salah satu sesepuh desa membawa satu kendi di tangan kiri dan sapu lidi di tangan kanan, menandakan mereka siap bersih lingkungan maupun bersih diri lahir batin.

Di belakangnya tiga gadis cantik membawa sesaji berupa rokok, beras kapuroto, beras putih, dupa, lilin. Kemudian beberapa gelas berisi minuman kopi hitam, gula Jawa, santan, dan bunga mawar dalam air putih.

Adapun kaum laki-laki dewasanya memikul lanyakan (berisi lauk-pauk), dan bucu robyong berisi nasi putih yang dihias dengan kerupuk, peyek teri, tahu, tempe, tomat, cabai, serta irisan telur dadar.  

Kaur Kesra Desa Giyono, Soliqin, mengatakan, ritual sudah dimulai sejak malam satu sura dengan pementasan wayang kulit dengan lakon Mbangun Tambak oleh Ki Dalang Wisnu dari Yogyakarta.

Pentas wayang pun dilakukan lagi pada tanggal 1 Sura dengan dalang Ki Sudarno mengambil lakon Tambak Situbondo yang diambil dari epos Ramayana, terkait pembangunan Sendang Ayu Mbunggede.

Kepala Desa Giyono, Gimin Sutrisno, menjelaskan merdi desa bermakna bersih-bersih, baik lingkungan maupun bersih diri lahir maupun batin bagi setiap individu warga.

"Kalau tumpeng, maupun gunungan itu sebagai wujud syukur atas kemakmuran pertanian yang telah di anugerahkan Tuhan dengan sumber mata air Sendang Ayu Mbunggede sebagai penopangnya,"ujarnya.

Tampak elok memang menyaksikan barisan rombongan manusia berpakaian adat Jawa ini. Kemeriahan semakin tampak, saat warga sampai di lokasi Sendang Ayu Mbunggede. Mereka disambut para among tamu dan semuanya bersalaman satu persatu.

Pembacaan doa-doa pun kemudian dimulai dilanjutkan ritual lainnya, berupa pementasan kuda lumping kelompok Turonggo Bekso, pementasan singkat wayang kulit Tambak Situbondo. Lalu ritual pelepasan ayam putih ke dalam sendang, sebagai perlambang bahwa manusia itu harus membuang sifat serakah.

Puncak acara diakhiri dengan kembul bujana, dan pembagian hasil bumi kepada masyarakat. Hasil bumi itu dipercaya jika digunakan sebagai benih akan menghasilkan tanaman berkualitas.

Satu persatu warga juga membersihkan bagian tubuhnya di pancuran Sendang Ayu Mbunggede. Mereka membasuh bagian kening dengan maksud agar selalu wening atau dapat berpikir jernih. Membasuh telinga supaya mau mendengar nasehat, dan membasuh bagian tengkuk dalam bahasa Jawa untuk ngilo githok supaya selalu bisa  introspeksi diri.

(Raditia Yoni/CN37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 69406
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 49408
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 48517
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 57126
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 56930
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER