panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 November 2013 | 22:11 wib
Tebokan, Tak Sekadar Pesta Jenang
image

KEMERIAHAN dan kebersamaan itu menjadi satu paket dan tidak terpisahkan, dalam tradisi Tebokan Jenang yang merupakan tradisi di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, setiap 1 Muharram. Itu pula yang nampak dalam kirab tebokan yang digelar Selasa (5/11) sore.

Mengambil star di Jalan Sosrokartono, ratusan peser5ta kirab melalui rute mengitari kampung. Tak hanya orang tua, pelajar dan mahasiswa juga ikut terlibat dalam tradisi tebokan yang secara rutin digelar besar-besaran sejak empat tahun terakhir.

Selain peserta kirab, masyarakat tak ketinggalan menyemarakkan dengan datang melihat langsung dari dekat prosesi kirab. Ribuan pasang mata mulai anak-anak, pelajar, muda-mudi, hingga orang tua tak mau ketinggalan menyaksikan kirab tersebut.

Kirab tebokan dimulai sekitar pukul 14.21, dibuka dengan group drum band yang cukup menawan. Disusul kemudian iring-iringan pembawa jenang dengan aneka hiasan, dan dimeriahkan dengan atraksi seni, seperti barongan, terbang papat, dan juga barongsai.

Di antara para peserta kirab, nampak pula satu sosok dengan menaiki kuda lengkap dengan blangkon dan jubah putih, yang tak lain memerankan sosok Syeh Jangkung yang oleh masyarakat setempat dipandang sebagai cikal bakal Desa Kaliputu dikenal sebagai desa produsen jenang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Hadi Sucipto, mengemukakan, kirab tebokan ini merupakan puncak dari tradisi yang sudah lama berkembang di masyarakat setempat setiap memperingati 1 Muharram.

''Sebelumnya masyarakat menggelar tirakatan,'' katanya.

Dengan adanya kirab tebokan, diharapkan Desa Kaliputu sebagai produsen jenang, bisa lebih dikenal. ''Harapannya, ke depan pengusaha jenang di Kudus, khususnya di Desa Kaliputu, semakin dikenal lebih luas lagi,'' ungkapnya.

Kepala Desa Kaliputu, Suyadi, menjelaskan, tradisi tebokan ini sekaligus untuk mengenang Syeh Jangkung, yang dipercaya sebagai cikal bakal dikenalnya Desa Kaliputu sebagai produsen jenang.

''Konon, dulu ada anak dari Desa Kaliputu tenggelam di Kaligelis, yang kemudian ditolong Syeh Jangkung,'' terangnya.

Setelah ditolong, oleh Syeh Jangkung si anak diberi jenang gamping.

''Wolak-walike zaman, Desa Kaliputu sekarang dikenal sebagai gudangnya pengusaha jenang di Kudus. Saat ini, ada sekitar 50 pengusaha jenang di Desa Kaliputu,'' jelasnya.

Sementara itu, kirab tebokan yang mengelilingi kampung, Akhir dari kirab tebokan, pengunjung dan tamu yang hadir disuguhi Tari Jenang hasil kreasi dan dipersembahkan oleh para mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kudus.

(Rosidi/CN37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 69406
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 49408
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 48517
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 57126
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 56930
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER