panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Juli 2013 | 21:47 wib
Budaya Kerigan Sudah Luntur
image

Ilustrasi

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga Bambang Irawan mengaku prihatin dengan lunturnya budaya kerigan (gotong royong) di perdesaan. Sebaliknya, warga saat ini cenderung lebih banyak menuntut peningkatan infrastruktur tanpa diiringi dengan upaya pemeliharaan.

“Budaya kerigan sudah sulit ditemukan di desa. Semua sudah dinilai dengan uang,” ujarnya saat memberikan sambutan mewakili Ketua DPRD dalam Penyerahan Bantuan Aspal di Ruang Ardi Lawet Setda Purbalingga, Kamis (25/7).

Bambang mengkritik masyarakat yang saat ini lebih banyak menuntut dan menyalahkan pemerintah. Seringkali hal-hal yang dituntut masyarakat lebih pada keinginan bukan kebutuhan. Alasan yang paling masyhur, karena dana yang digunakan untuk pembangunan berasal dari rakyat atau istilahnya menggunakan uang rakyat.

“Jalan sudah bagus. Tapi apa masyarakat memikirkan dan beraksi ketika rumput-rumput di kanan kiri jalan sudah tinggi? Budaya kerigan memang sudah luntur,” tuturnya.

Ketika jalan sudah dibuat, sebaiknya dipikirkan pula pemeliharaannya. Bambang mengatakan kerusakan jalan aspal lebih banyak karena hujan. Jika masyarakat mau melakukan kerigan membuat drainase sehingga ketika turun hujan, air tidak tumpah ruah tergenang di jalan yang memperpendek usia jalan.

Sekda Imam Subijakto juga melihat akhir-akhir ini warga sering menuntut yang menjadi keinginannya bukan apa yang dibutuhkan. Sebagai contoh, warga menunut jalan segera diaspal, tapi warga tidak memikirkan irigasi untuk memudahkan pengairan ke sawah ladang.

“Mau aspal dulu apa semen dulu? Jalan halus dulu atau makan? Ini tidak ada yang minta pese, semua mintanya kebanyakan aspal. Lebih mikir jalan-jalan ke kota tidak peduli hasil panen bagaimana nanti,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Purbalingga setiap tahun selalu memberikan bantuan aspal dan semen sebagai stimulant kepada desa-desa yang mengajukan proposal. Tahun ini Pemkab menyerahkan 238 drum aspal dan 2.336 sak semen kepada 19 penerima dari 19 desa di 11 kecamatan.

(Ryan Rachman/CN37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 67549
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 48900
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 48199
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 56761
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 56408
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER