panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Januari 2012 | 10:39 wib
Cita Rasa Lokal dalam Kirab Rebo Wekasan
image

KUDUS, suaramerdeka.com - Hujan tak menjadi penghalang sekitar 70 group peserta kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Selasa (17/1) siang. Dilepas oleh Camat Mejobo Drs Mundir pukul 14.00 di bawah derasnya air hujan, peserta kirab tetap semangat melangkahkan kaki dengan aneka dandanan yang mengundang senyum masyarakat yang menonton di sepanjang jalan yang dilewati.

Beberapa kelompok berdandan dengan mengangkat tema tokoh lokal, seperti Ndoro Ali (Sayyid Ali) dan Arya Penangsang. Sembilan penunggang kuda yang mengangkat sosok Walisanga menjadi salah satu tontonan tersendiri yang cukup menyitas perhatian. Mereka menunggang kuda, lengkap dengan jubahnya.

Peserta kirab yang tak kurang dari 2.500 peserta dari berbagai elemen, seperti anak sekolah, IPNU, Fatayat, komunitas pemancing Karangrowo, dan kelompok masyarakat yang mengangkat kerajinan sebagai tema dalam kirab. Sementara di bagian depan, gunungan diiring oleh para 'pengawal' dengan menggunakan pakaian prajurit keraton tempo dulu.

''Peserta kirab sekitar 70 group yang terdiri dari 2.500 orang. Kirab berakhir di halaman masjid Al-Makmur,'' ujar Ngusman, salah satu panitia tradisi Rebo Wekasan yang memandu jalannya kirab.

Rasa Lokal

Sekitar pukul 15.00, masyarakat memadati jalanan sepanjang 2 kilometer yang dilalui peserta kirab, karena hujan mulai reda. Terlebih lagi, beberapa group peserta kirab menampilkan atraksi yang cukup menarik. Ada Reog Ponorogo, dan juga jaranan.

Di luar berbagai atraksi yang ditampilkan peserta kirab, ada juga properti-properti kirab yang cukup unik. Di antaranya yaitu tambir bambu ukuran raksasa yang berdiameter empat meter dan kaus raksasa. Di group-group menjelang penghabisan, terdapat pula para pedagang kerajinan seperti ekrak, kalo, besek, kepang, tumbu, dan caping, yang semuanya terbuat dari bambu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Hadi Sucipto SE MM melalui Kasi Promosi Wisata Mutrikah SH mengungkapkan, kegiatan kirab seperti Rebo Wekasan ini dalam rangka mengemas tradisi yang sudah berlangsung masyarakat secara turun temurun lebih bernilai.

''Kirab ini adalah dalam rangka membangun pembangunan berbasis wisata di berbagai desa yang potensial dan memiliki tradisi. Harapannya, tradisi bisa di-uri-uri dan ada dampak positif bagi pengembangan wisata dan ekonomi di sisi yang lain,'' katanya.

(Rosidi/CN34)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
15 Mei 2012 | 16:05 wib
Dibaca: 564
image
12 Mei 2012 | 11:45 wib
Dibaca: 634
image
03 Mei 2012 | 09:45 wib
Dibaca: 782
image
22 April 2012 | 18:15 wib
Dibaca: 2515
image
22 April 2012 | 17:05 wib
Dibaca: 1505
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER