panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Januari 2012 | 18:01 wib
Perayaan Tradisi Yaqowiyu
Bawa Balita pun Ikut Berdesakan
image

PUNCAK perayaan tradisi Yaqowiyu berlangsung meriah di Sendang Plampeyan, Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jumat (13/1). Puluhan ribu pengunjung mengikuti tradisi rebutan apem meski harus berdesak-desak. Sehari sebelumnya, gunungan itu diarak dari Kecamatan Jatinom ke Masjid Gedhe. 

Acara tersebut dihadiri bupati Sunarna SE MHum, Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Puji Setiyono, Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja, Sekda Drs Indarwanto dan para pejabat Pemkab Klaten. Selain itu, tokoh agama dan para sesepuh desa setempat juga tampak hadir.

Pengunjung mulai memenuhi lapangan yang berlokasi di sebelah barat komplek Makam Ki Ageng Gribig itu sejak pukul 09.00. Keramaian mulai memuncak saat mendekati shalat Jumat. Pengunjung mulai memadati Masjid Gedhe Jatinom tempat gunungan apem lanang dan wadon disemayamkan.

"Saya jauh-jauh datang ke sini untuk mengikuti tradisi rebutan apem,'' kata Wantini (45), warga Boyolali yang mengajak anaknya untuk berebut apem.

Mereka mengikuti shalat Jumat di masjid yang dianggap peninggalan Ki Ageng Gribig, tokoh penyebaran Islam di kawasan tersebut. Selesai shalat, iring-iringan Bupati dan Muspida, peraga Ki Ageng Gribig, dan rombongan pembawa gunungan. Polisi mengawal rapat iring-iringan itu menurunu tangga curam menuju lokasi acara di tepi sungai Jatinom.

Di lapangan puluhan ribu orang sudah tak sabar menunggu. Setelah doa dibacakan Drs Murtadlo Purnomo, kemudian Peraga Ki Ageng Gribig menyerahkan apem dalam panjang ilang kepada Bupati untuk disebarkan. Begitu apem pertama dilempar, beberapa pengunjung di bawah panggung kehormatan memanjat pagar pembatas untuk mengambil apem dari gunungan.

Polisi, Satpol PP dan panitia cukup kerepotan menertibkan orang-orang itu. Banyak anak-anak balita diajak orang tuanya berebut apem yang oleh sebagian orang dipercaya bisa membawa berkah. Tak heran kalau ada yang berebut sampai terjatuh. Ada pula yang membawa kukusan, jaring dan payung untuk menangkap apem. Dalam waktu kurang dari setengah jam, ribuan apem ludes.

Kepala Dinas Kabudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Klaten Drs Setya Subagya mengatakan tahun ini, ada 5 tom apem yang diperebutkan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya empat ton.

"Tradisi ini memupuk kebersamaan warga Jatinom dan sekitarnya, apem itu dibuat oleh masyarakat sekitar dan dikumpulkan untuk diperebutkan. Event ini juga berdampak pada ekonomi warga, mereka bisa memanfaatkan keramaian untuk berjualan," kata Setya.

(Merawati Sunantri/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
15 Mei 2012 | 16:05 wib
Dibaca: 564
image
12 Mei 2012 | 11:45 wib
Dibaca: 634
image
03 Mei 2012 | 09:45 wib
Dibaca: 782
image
22 April 2012 | 18:15 wib
Dibaca: 2515
image
22 April 2012 | 17:05 wib
Dibaca: 1505
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER