panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 April 2011 | 16:14 wib
Sultan HB X: Kotagede Meninggalkan Mozaik Pusaka
image

KOTAGEDE meninggalkan beragam mozaik pusaka budaya yang berkilau. Namun, kilauan itu kini menyiratkan kepudaran di banyak tempat, karena semakin banyak pusaka yang terusik dan terusak.

Sebuah naskah MoU Kerjasama Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kotagede akhirnya disusun dan ditandatangani oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, dan Bupati Bantul Sri Surya Widati Idam Samawi, di Joglo Omah UGM, Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Senin (11/04).

Karena itu, menurut Sultan, sungguh cerdas jika organisasi pelestari kawasan pusaka di Kotagede ini berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini perlu supaya pusaka alam-budaya yang telah diterima dari generasi terdahulu dapat diserahkan kembali ke generasi berikutnya dalam keadaan lestari.

Oleh karena itu, perlu ada aksi nyata dan sungguh-sungguh yang berlandaskan pada konsep, kebijakan dan strategi yang tepat serta berkelanjutan. Landasan tersebut berupa penguatan masyarakat sebagai pusat pengelola pusaka budaya.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah disusunnya kolaborasi antar disiplin ilmu, mekanisme kelembagaan yang mampu mengakomodasi apresiasi dan aksi masyarakat, dukungan dan penegakan aspek legal serta pasar pelestarian yang menunjang kesinambungan pengelolaan.

Kedua, lanjut Sultan, proses pelestarian pusaka budaya membutuhkan waktu panjang. Mulai dari pemahaman dan kepedulian pelestarian bagi berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, hingga pelaksanaan pelestarian fisik, serta kesiapan kemampuan masyarakat mengelola dan memanfaatkannya.

Ketiga, kata dia, memperhatikan bahwa kekuatan nilai pusaka Kotagede adalah keanekaragaman bentukan alam dan olahan manusia, maka pembangunan berwawasan lingkungan budaya selayaknya menjadi semangat pembangunan yang spesifik Kotagede.

Untuk itu, penanganan Kotagede perlu diorientasikan pada pelestarian sumberdaya cagar budaya (pusaka) dan edukasi tindak pelestarian cagar budaya di dalamnya. Sehingga dalam perkembangan nanti dipandang lebih tepat apabila pengelolaan kawasan cagar budaya Kotagede dikelola sebagai sebuah kawasan.

Pengelolaan pembangunan di Kawasan Pusaka Kotagede, diarahkan pada bentuk revitalisasi, yakni membangkitkan kembali vitalitas kehidupan kawasan. Oleh karenanya sangat dibutuhkan Kesepakatan Kerjasama Pengelolaan Bersama Pemerintah Provinsi DIY, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul tentang Pengelolaan Terpadu Kawasan Cagar Budaya Kotagede.

Maka untuk dalam upaya menumbuhkan kembali kekuatan dan pusaka budaya Kotagede, selain perlu dilakukan gerakan aksi nyata secara bersungguh-sungguh, juga harus dilandasi oleh konsep, kebijakan dan strategi yang tepat dan berkelanjutan.

(Sugiarto/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
15 Mei 2012 | 16:05 wib
Dibaca: 563
image
12 Mei 2012 | 11:45 wib
Dibaca: 634
image
03 Mei 2012 | 09:45 wib
Dibaca: 782
image
22 April 2012 | 18:15 wib
Dibaca: 2515
image
22 April 2012 | 17:05 wib
Dibaca: 1505
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER