panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Februari 2014 | 08:29 wib
Camcorder Legria Mini, untuk Konsumen Narsis
image

Legria Mini : Soerang penjaga stand memperkenalkan Legria Mini, pada pameran fotografi  CP+ 2014 (Camera Photo Imaging Show) yang digelar di Pacifico Yokohama, Jepang. Pada pameran produk fotografi tahun ini Canon memperoleh Gold Prize ditetapkan sebagai stand terbagus (suaramerdeka.com/Sutomo)

Gadget compact, multifungsi, praktis dan mudah dioperasikan kini menjadi pilihan mayoritas konsumen piranti canggih. Jika sebelumnya seseorang harus membawa banyak alat, seperti kamera untuk merekam gambar dua dimensi, dan mesti membawa camcorder untuk kebutuhan merekam gambar dalam bentuk video, kini, konsumen cukup membawa kamera digital ataupun smartphone yang memiliki kemampuan merekam video.

Alasan inilah yang mendorong Canon menghadirkan seri Camcorder mungil bernama Legria Mini. Produk ini secara khusus dibuat untuk memudahkan pengguna merekam video "narsis" dengan lensa wide angle.

Legria mini diciptakan untuk mengantisipasi popularitas kamera saku yang sudah tergerus dengan kehadiran smartphone yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi, kehadiran camcorder di pasar juga mulai terancam.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Hiroo Edakubo Group Executive divisi produk video Canon, perusahaan asal Jepang yang menjadi salah satu pemain terbesar di industri camcorder.

Edakubo menyebut penjualan camcorder menurun  dengan kehadiran kamera foto yang melengkapi diri dengan kemampuan perekaman video sebagai fitur standar.

Menangkap trend "selfie", yang menjadi kebiasaan baru di masyarakat, Canon mencoba menawarkan kamera video mungil yang dapat dipakai untuk merekam video diri sendiri dengan mudah. Canon selaku salah satu produsen perangkat digital imaging terbesarmelihat adanya peluang bisnis fenomena yang belakangan mengemuka, yaitu kegemaran merekam video diri sendiri.
Ini untuk mengantisipasi kamera camcorder yang

"Pasarnya mulai turun sekitar tahun 2007, saat DSLR dan kamera saku mulai bisa merekam video," kata Edakubo kepada Suara Merdeka saat ditemui di kantor pusat Canon di Tokyo.

Kondisi tersebut membawa dampak pada angka penjualan camcorder, termasuk di di negara-negara yang telah lama memiliki tradisi merekam video dengan camcorder seperti Amerika Serikat dan Jepang.

''Penurunan pasar camcorder juga terjadi di Amerika dan Jepang,'' ungkap Edukabo yang  tidak menyebut angka persis penurunan penjualan camcorder. 

"Kami memperoleh inspirasinya lewat analisa mendalam, dimana ditemukan bahwa konsumen -terutama kaum wanita- sangat suka mengambil gambar diri mereka sendiri," ujar Group Executive divisi Produk Video Canon, ketika ditemui Suara Merdeka  di markas besar Canon di Tokyo, beberapa waktu  lalu.

Lensa Legria Mini memiliki cakupan  yang terbilang sangat luas, mencapai 170 derajat saat perekaman foto dan 160 derajat ketika dipakai merekam video. Alhasil, proses framing gambar pun relatif mudah. Selesai merekam, video hasilnya bisa ditransfer ke smartphone melalui aplikasi CameraAccess Plus yang tersedia di platform iOS dan Android.

Barrel distortion yang muncul pada rekaman Legria Mini menguatkan kesan wide-angle, sekaligus membuat hasil tangkapan gambar terlihat mirip dengan kamera yang dipasangi lensa fisheye. Seri Legria Mini bakal menjadi salah satu produk andalan dari divisi video Canon dalam menghadapi kompetisi dari gadget mobile dan kamera still picture.

Edukabo mengungkapkan faktor yang menyebabkan konsumen lebih memilih kamera DSLR atau smartphone untuk merekam video, karena peranti tersebut memakai media memory card sebagai media perekaman. Memory card sangat praktis bagi pengguna terutama saat data video harus dipindah ke komputer untuk kemudian diedit.

Sementara camcorder mayoritas masih memakai media kaset digital seperti mini-DV dan Hi-8 sebagai media perekaman. Bagi konsumen, keberadaan kaset digital agak merepotkan karena saat  rekaman hendak diambil harus melalui proses capture melalui komputer sebelum akhirnya rekaman video bisa disunting atau dipindahkan ke medium lain seperti cakram DVD.

Belum lagi jika muncul masalah seperti video yang "tertimpa" secara tak sengaja, kebingungan soal timecode.
Camcorder dan kamera DSLR semestinya mempunyai fungsi tersendiri. Dua alat tersebut juga pada dasarnya mempunyai sejumlah perbedaan yang cukup signifikan.

Pada camcorder misalnya, lensanya memiliki fungsi zoom yang lebih panjang (jauh) dibandingkan yang ada di kamera digital,  dan yang harus diketahui  biasanya fungsi zoom di kamera digital tidak bisa berfungsi pada saat merekam video, sedangkan pada camcorder pengguna bisa zoom in/out pada saat merekam video.

Sedang dari segi audio,  biasanya camcorder mempunyai sebuah mic yang memiliki kualitas lebih baik untuk menangkap suara, dan kebanyakan camcorder memberikan tambahan sebuah koneksi untuk disambungkan ke mic eksternal.

Selain itu, jenis suara yang dihasilkan oleh sebuah camcorder juga lebih banyak mulai dari menawarkan sebuah mic stereo sampai surround.

Sementara untuk kamera digital, kebanyakan hanya punya satu mic yang berukuran kecil dan akan menjadi masalah bila objek suara terlalu jauh saat merekam video.

Dari segi kapasitas penyimpanan, kamera digital bisa menyimpan video dan foto dalam satu kartu memori dan mengingat kapasitas kartu memori yang tidak terlalu besar maka pengguna tidak bisa menyimpan file video terlalu panjang atau besar.

Dari segi bentuk, kamera digital agak kurang nyaman digunakan untuk merekam video dan perekaman dengan kamera digital seringkali menghasilkan gambar yang agak goyang (tidak stabil). Berbeda dengan  bentuk camcorder yang lebih mantap untuk dipegang sehingga bisa merekam video lebih stabil.

Keunggulan lain dari camcorder memiliki banyak pilihan untuk mengatur kualitas video yang diinginkan mulai dari jenis pencahayaan (white balance) sampai kecepatan rekam (shutter speed). Di sebuah kamera digital jarang mempunyai kontrol seperti ini dan kalaaupun ada tidak sebanyak yang ditawarkan oleh sebuah camcorder.

Namun di era teknologi canggih seperti sekarang dua kebutuhan tersebut disatukan, dan kini perbedaan camcorder dan kamera DSLR semakin tipis. Untuk mengakomodasi permintaan konsumen antara camcorder dan kamera DSLR yang mampu merekam dengan baik, maka Canon pun mencoba berinovasi, antara lain dengan merilis Legria Mini, seri produk yang ditujukan untuk menangkap trend video "selfie".

Sesuai tujuannya, Legria Mini dilengkapi berbagai fasilitas untuk memudahkan perekaman video ala selfie. Camcorder yang mungil sebesar telapak tangan ini , misalnya, dilengkapi layar LCD yang bisa ditekuk agar menghadap pengguna. Layar ini juga bisa ditekuk ke arah sebaliknya.

Di bagian bawah terdapat "kaki"  yang bisa dipakai untuk mengatur sudut pengambilan gambar tanpa bantuan  tripod. Tentu, untuk kebebasan lebih, lubang sekrup untuk tripod juga disediakan di sisi bawah perangkat. Kaki dan layar itu bisa dilipat untuk meringkaskan ukuran Legria Mini agar muat di kantung  sehingga mudah dibawa kemana mana.

"Ke depannya, kami akan menawarkan lebih banyak lagi produk seperti ini," ujar Edakubo.

Bagi Canon, produk manapun yang akan dipakai untuk merekam video bukan masalah besar. ''Yang pasti Canon hendak menawarkan pengalaman merekam gambar pada konsumen, tidak jadi soal alat mana yang mereka pilih," ujar dia.

Canon sendiri merupakan pemain besar di pasar kamera foto. Perusahaan ini bahkan mempelopori penggunaan kamera DSLR di produksi video profesional melalui kamera EOS 5D Mark II yang melegenda. Belakangan, divisi EOS Canon turut melebarkan sayap lebih jauh ke industri film dengan merilis kamera dan lensa EOS Cinema Series.

(Sutomo/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
28 Agustus 2014 | 10:45 wib
Dibaca: 79395
image
25 Agustus 2014 | 11:41 wib
Dibaca: 61143
image
22 Agustus 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 59555
image
18 Agustus 2014 | 11:07 wib
Dibaca: 61464
image
13 Agustus 2014 | 12:10 wib
Dibaca: 60039
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER