panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 September 2011 | 20:51 wib
Sehari di Amanjiwo (2)
Pengalaman Baru Berspirit Jawa
image

SALAH satu sudut Dalem Jiwo.

 

Oleh Bambang Isti

 

DUA anak gadis berkain dan berbaju kebaya terlihat asyik bermain dakon, sebuah permainan anak khas Jawa Tengah. Mereka terkesiap begitu melihat sepasang tamu wisman masuk koridor yang menghubungkan ruang utama Amanjiwo. Kedua gadis itu lantas berdiri berjajar dan memberi salam.

Di sudut yang lain, dua lelaki tengah bermain gender, sebuah alat musik karawitan Jawa yang ber-tone rendah. Gender itu terus dimainkan lambat dan perlahan, kadang hilang tersapu embusan angin yang bebas menerobos pilar-pilar berbahan batualam.

Dakon dan gender, adalah spirit Jawa yang mengawali perjalanan para tamu Amanjiwo berlabuh pada sebuah pengalaman baru. Totalitas mengangkat nuansa Jawa secara apa adanya ini akan dialami pengunjung begitu tiba.

Sebelumnya para tamu dijamu ginger beer, welcome drink khas Amanjiwo yang menyentak tenggorokan, namun hangat. Seolah ini adalah bentuk kehangatan pemilik rumah menyambut tamu dengan tegur dan sapa. Lantas Mark Swinton, General Manager Manjiwo, sang pemilik rumah itu, menyambut mereka dengan keramahan.

Sebagaimana resort hunian lain, Amanjiwo juga siap dengan fasilitas yang akan memanjakan para tamu. Fasilitas itu berupa butik, bar, galeri seni, arena gim, spa, kolam renang, lapangan tenis, perpustakaan, dan kamar yang berkonsep cottage sebanyak 36 suites lengkap dengan swimming pool dan Dalem Jiwo Suite yang membingkai bangunan utama Amanjiwo.

Untaian tempat hunian yang didesain menyerupai stupa-stupa itu misalnya Garden Suite dengan harga US$ 750, Borobudur Suite (US$ 850), Garden Pool Suite (US$ 950), Borobudur Pool Suite (US$ 1.050) dan Dalem Jiwo Suite (US$ 2.700). Tempat-tempat ini tentu memiliki fasilitas dan spesifikasi yang berbeda-beda.

Kenapa mahal? "Karena kami memberikan layanan yang bersifat personalize kepada setiap tamu, baik yang sekadar singgah atau pun yang menetap. Untuk tiap kamar tinggal, disiapkan lima orang staf untuk mengelolanya dari jumlah total 146 staf yang ada," kata Mark Swinton, General Manager Amanjiwo.

Hamparan ladang

Setiap kamar nyaris terbuka tanpa tutup, karena dibiarkan banyak jendela untuk memberi kesempatan mata memandang hamparan ladang, pegunungan, Candi Borobudur dan Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro dan Sumbing.

Sebelum sampai di kamar, saat berada di Rotunda yang ada di bangunan utama pun, tamu bisa langsung menikmati panorama Candi Borobudur dari di kejauhan. Setelah sebelumnya mata menyapu lukisan adegan dari epik Hindu yakni Mahabarata di tembok.

Mark Swinton menjelaskan, jika mampir di butiknya, semua produk yang dijual di Amanjiwo merupakan produk-produk lokal, seperti batik, wayang, yang banyak berasal dari Yogyakarta.

Jika Candi Borobudur menjadi inspirasi, rupanya totalitas itulah yang ada di Amanjiwo.

Maka seperti hanya Borobudur, "Bahan-bahan yang dipakai sebagai material pembangun resor juga lebih banyak berasal dari alam, contoh batu alam untuk semua space lokasi resor dan juga atap ilalang," lanjut Mark Swinton.

Semua produk yang dijual di Amajiwo merupakan produk-produk lokal, seperti batik, wayang, dll yang banyak berasal dari Yogyakarta.

Akses menuju ke suites pun harus melalui lorong bertangga yang mengingatkan orang saat berkunjung ke Candi Borobudur. Lorong ini bisa langsung menuju ke hamparan lahan pertanian (Rice Field) milik Amanjiwo. Produk pertaniannya dibudidayakan oleh penduduk sekitar, berupa tanaman tembakau, terung, kacang-kacangan, kedelai, dan ubi.

Lahan pertanian di sini digarap oleh penduduk setempat dari Desa Majaksingi, Pakem dan Tuk Songo, sehingga penduduk setempat merasa memiliki Amanjiwo.

Soal masyarakat sekitar ini pun Mark Swinton mejelaskan, "Ladang pertanian yang menyatu dengan lingkungan resor, membuat kami dekat dengan masyarakat sekitar. Kami bisa memberi kesempatan penduduk sekitar untuk ikut merawat ladang pertanian yang ada di sekitar lokasi Amanjiwo," (Habis)

(Bambang Isti/CN 25)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
28 Agustus 2014 | 10:45 wib
Dibaca: 79395
image
25 Agustus 2014 | 11:41 wib
Dibaca: 61143
image
22 Agustus 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 59555
image
18 Agustus 2014 | 11:07 wib
Dibaca: 61464
image
13 Agustus 2014 | 12:10 wib
Dibaca: 60039
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER