panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Desember 2009 | 13:33 wib
Semua Ada di New York
image

Penulis mendapat kesempatan dari Dirjen Dikti untuk mengikuti Program Academic Recharging (PAR) ke University of Connecticut di Amerika selama 2 bulan. Seperti biasa, sambil menyelam minum air, ya sambil nge-charge ilmu, jangan ­sampai melupakan jalan-jalan.

Tak lupa, penulis ajak anak penulis yang kelas 4 SD agar dia juga bisa nge-charge kemampuan bahasa Inggrisnya.
Setelah mapan di apartemen Universitas Connecticut, kami menyempatkan berakhir pekan ke New York City. Di kota itu, tak ada yang bisa ditumpangi untuk menginap. Maka, penulis menulis email ke konsulat KJRI (sesuai dengan alamat email KJRI yang ada di website), tapi tak kunjung dibalas. Akhirnya, penulis memutuskan untuk langsung datang saja (dan hingga saat ini pun email tsb juga tidak ada balasannya), padahal budaya kerja di Amerika semuanya dilakukan dengan email dan semuanya bisa dibereskan dengan efisien. Dalam hati penulis berpikir, meski di Amerika tapi kan KJRI menganut budaya Indonesia, ya begitulah. Tidak mau ambil risiko, kami putuskan untuk booking hotel di New York via internet. Susah sekali karena untuk akhir pekan New York selalu menjadi tujuan para pendatang, terutama turis asing dan domestik. Akhirnya, kami dapat hotel yang agak mahal (menurut kantong dosen). Tapi dari pada tidak jadi jalan-jalan ke New York, rugi sekali! Hotel kami berada di 89th Avenue.
Ya, di Amerika Serikat, New York termasuk salah satu kota termahal setelah Washington DC sebagai ibu kota negara. Bagaimana bila kita punya uang pas-pasan tapi ingin jalan-jalan beberapa hari di NY? Silahkan ambil saja hotel kelas mahasiswa atau asrama mahasiswa, banyak tersedia di sana asal booking-nya jangan mendadak. Inilah yang disebut backpacker hotel.
Kita bisa ambil sekamar isi 2 atau 4 atau 6 hingga ber 10 pun ada. Semakin banyak isi orangnya per kamar maka semakin murah tarifnya. Tapi minimum lama tinggalnya adalah 3 hari. Tarifnya kira-kira sehari sekitar Rp.200.000-an per kepala. Meski murah tapi tempatnya bersih (karena di Amerika harus memenuhi  standard minimal layak huni). Jadi bila pembaca punya uang pas-pasan tapi pingin melanglang buana maka tidak ada salahnya nge-backpacker saja. Sepanjang di negara Eropa, Australia dan Amerika, maka kualitasnya standard tapi di negara lainnya silahkan coba sendiri....
***
JADI, siapa takut travelling ke New York? Tapi cocoknya adalah untuk orang-orang yang produktif  dan mampu berjalan kaki. Bukannya tidak boleh bagi yang tak suka jalan kaki atau orang tak bisa jalan kaki, hanya ongkosnya mahal karena harus naik taksi kuning NY seperti yang ada dalam film-film di TV.
Untuk bepergian ke NY paling mudah adalah naik subway, tepat waktu dan murah. Untuk jarak jauh atau dekat, sekali jalan perlu tiket $ 2.25 (Rp.20 ribuan) dan tiketnya bisa dipakai untuk naik subway maupun city bus.
New York cukup luas wilayahnya, tapi hampir semua tempat terjangkau dengan jaringan kereta api bawah tanah dan bus kota. Jadi, sarana transportasi bukan persoalan besar. Orang malas naik mobil di NY karena biaya parkirnya memang sangat mahal dan susah mendapatkan tempat parkir. Sekali parkir dalam 1 jam kira-kira bisa mencapai $ 25, tergantung lokasinya juga. Kalau bukan orang kaya maka lebih baik naik subway meski harus jalan kaki ke mana-mana.
Nah, orang New York menjadi relatif lebih sehat dan langsing-langsing. Enak tho sudah sehat, eh bisa ngirit lagi! Lebih-lebih bila akhir pekan. Mengapa? Karena pada akhir pekan biasanya ada perbaikan atau perawatan kereta bawah tanah untuk rute-rute tertentu secara bergiliran. Jadinya penumpang harus cermat membaca pengumuman dan harus sering-sering bertanya pada penumpang lainnya atau petugas yang selalu diterjunkan pada jalur-jalur yang dilakukan perbaikan, supaya tidak di komplain oleh pengguna sarana subway. Yah, penumpang harus limpah sana limpah sini pada waktu akhir pekan, biar tambah sehat dan langsing.
Tapi untuk hari-hari kerja normal (Senin sampai Kamis, semua jalur berjalan secara normal dan tepat waktu). Untuk itu disarankan bagi pembaca yang akan ke NY pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu maka sebaiknya memperkirakan lama waktu perjananannya dengan cermat supaya tidak meleset waktunya bila ada sesuatu yang harus dikejar.
Ingat, jangan sok tahu dan sok ’pede’ saat waktu akhir pekan di NY karena banyak ketidakpastian mungkin terjadi di sana. Sistem yang setiap harinya disiplin di NY di akhir pekan mereka juga ’capek’ dan harus diperbaiki/dirawat. Tidak hanya berlaku untuk kereta bawah tanah tapi juga para petugas atau orang-orangnya.
***
INGIN lihat orang gemuk, kurus, hitam, putih, cantik, lusuh, dan entah apa lagi, semuanya ada di New York. Ada si kaya yang naik limousine yang panjangnya dua atau tiga kali mobil kijang. Mobil romantis dengan tempat tidur ala pengantin dan sofa yang mewah juga bisa kita pesan ke agen. Tapi ada juga gelandangan dan pengamen di dalam subway dengan macam gayanya untuk menarik uang dari pengguna jasa subway yang padat seperti KRL Jabodetabek.
Begitu pun berbagai jenis restoran dan penjaja makanan, barang/jasa di tepi jalan hingga mal dan hotel mewah di Broadway dari berbagai kalangan, semua bisa ditemukan di sana. New York semacam surga sekaligus neraka bagi para migran yang ingin mengadu nasib di Amerika. Bila mereka berhasil, jadilah saudagar yang kaya raya. Tapi bila bernasib kurang beruntung maka jadilah gelandangan yang tidak punya tempat tinggal alias homeless yang sering ditemukan mati kedinginan di tepi jalan pada waktu musim salju.
Nah, apa yang akan kita lihat di New York? Itu penting kita pikirkan karena akan berhubungan dengan bujet di saku kita. Mau paket hemat atau paket mewah? Untuk paket hemat, penulis memberikan sedikit tips begini:
Bila hanya ingin trip 1 hari saja, maka kita harus memilih kombinasi destinasi yang dituju dan letaknya berdekatan. Ada beberapa menu pilihan, yaitu (1) Patung Liberty & Ground-Zero Tragedi Bom WTC, (2) China Town, Little Italy & City Hall atau belanja di Broadway, Six Avenue & Buildings, (3) Yang serba-Museum bisa ke Museum of Natural History, Metropolitan Museum, Brooklyn Museum of Art, Ellies Immigration Museum, (4)Yang serba-Jembatan ke Brooklyn Bridge atau Manhattan Bridge, dan (5) Wall Street atau Browsing di Manhattan
Tapi bila kita mempunyai kesempatan selama 2 hari di NY, itu akan sangat ideal bagi peminat paket hemat jalan-jalan karena dapat memilih 2 pilihan menu. Yang jelas untuk melihat patung Liberty sebagai ikon kita New York adalah wajib hukumnya. Tapi ke Liberty sendiri perlu waktu 1 hari karena antrean naik ferinya sangat panjang. Entah mengapa setiap pengunjung kota NY tak bisa melewatkan ikon ini. Jadi bila hanya punya waktu 1 hari di NY ya biasanya orang memilih ke Liberty dan Ground Zero, tempat reruntuhan gedung WTC yang ditabrak pesawat terbang pada 11 September. Kebetulan kedua tempat itu cukup berdekatan.

Patung Liberty Dulu, Baru Lainnya...

ANAK penulis, Dinar (8), begitu sampai di New York langsung minta ke Patung Liberty. Tapi karena hari hujan, penulis ’’merayunya’’ agar pergi keesokan harinya saja. Kami dengar ramalan cuaca untuk besok pagi adalah cerah dan panas. Jadi kalau kita melakukan travelling di negara yang suhunya dingin seperti di New York maka penting sekali untuk melihat ramalan cuaca. Kalau tidak, kita malah bisa tersiksa oleh cuaca dingin.
Dengan kereta jalur hijau (No 4 atau 5), ka­mi mengambil rute ke arah downtown dan turun di stasiun Bowling Green. Selanjutnya kami berjalan kira-kira 1 atau 2 blok mengikuti arak-arakan orang berjalan ke arah pembelian tiket feri ke patung Liberty. Banyak penjaja es krim, gula-gula ’arum manis’, hot-dog, donat serta para seniman yang menawarkan untuk membuat lukisan diri.
Tidak ketinggalan juga ada badut-badut berpakaian ala patung Liberty yang naik egrang berdiri untuk menjajakan diri foto bersama dengan pengunjung dengan menarik bayaran $ 2. Ada juga yang berpakaian spiderman dan cosplay lainnya. Para penjual kaus bergambar Liberty menawarkan barang-barang suvenir lainnya di tepi jalan.
Harga tiket feri untuk dewasa ($12) dan anak-anak ($5). Bila ingin mendengarkan tour guide dengan dalam bahasa PBB maka perlu menambah $20 per kepala. Antrean tiketnya minta ampun panjangnya. Ada sekitar 2 km yang diatur dengan berkelok-kelok. Ini semuanya adalah turis (yang non-amerika kira-kira 70%). Wah, benar juga instink anak penulis, semua orang yang ke New York mesti ingin lihat Liberty dulu baru yang lain-lain. Antre di bawah mata hari musim gugur tidak terlalu terasa karena meski panas tapi udara di sekeliling kita dingin, jadi ya agak anget. Tapi tahu-tahu muka bisa gosong....
Singkat cerita kami sudah masuk ke dalam Security Final Check dengan sinar X. Semua jaket, tas, topi dan ransel harus di-scan termasuk balon anak saya harus di masukkan X-ray. Meski ferinya raksasa tapi karena jumlah penumpangnya ribuan, jelas sangat berdesakan.
Kami sengaja mengambil tempat di atas dek supaya dapat berfoto dengan latar belakang Liberty. Apa jadinya? Karena penumpangnya sangat padat, ya dengan sangat menyesal hanya bisa berfoto kepala saja dengan patung Liberty yang tampak kecil.
Feri bergerak kira-kira 20 menit untuk mengitari patung Liberty dan kami tidak mau turun dari Feri dulu karena ingin ikut lagi ke destinasi yang ke dua, yaitu di Ellis Island di seberang Manhattan. Setelah menurunkan penumpang, feri kembali bergerak ke Ellis Island. Di sana ada museum imigrasi, tempat meletakkan barang-barang bersejarah dan semua dokumen dari para pendatang (imigran) ke Amerika Serikat di masa lampau. Sekitar 30 menit melihat-lihat museum terus kami mengikuti arus pengunjung lainnya menuju ke arah feri dan harus antre panjang lagi untuk pulang ke New York City.
Kami melanjutkan perjalanan dari subway di dekat Liberty mengambil rute kereta merah (No.1, 2, 3) dan turun di WTC. Bagaimana sih bentuk Ground-Zero WTC yang luluh lantak karena ditabrak pesawat terbang pada tragedi 11 September 2001 itu? Sekarang ini tempatnya sudah rata dengan tanah dan sudah dibersihkan dari beton-beton kerangka besinya. Kawasan tersebut telah dipagar untuk dibangun kembali. Namun cerita dan liputan tragedi bon WTC sudah didokumentasikan dan dipajang di museum WTC yang terletak di depan ground-zero. Pengunjungnya banyak sekali meski hanya melihat pagar biru yang bertuliskan ’Ground-Zero of WTC. (73)

(Indah S Waridin/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 08:16 wib
Dibaca: 612
image
23 Mei 2012 | 10:55 wib
Dibaca: 399
image
22 Mei 2012 | 10:09 wib
Dibaca: 598
image
21 Mei 2012 | 12:07 wib
Dibaca: 737
image
19 Mei 2012 | 08:53 wib
Dibaca: 1314
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER