panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Agustus 2014 | 13:35 wib
Sekuel "Sin City" Diselimuti Pembunuhan, Balas Dendam dan Nafsu
­
image

LOS ANGELES, suaramerdeka.com - Film "Sin City: A Dame to Kill For," yang pada mulanya oleh Frank Miller dimunculkan dalam format gambar grafis yang mencitrakan dunia kelam, telah dihidupkan kembali dalam bentuk film. "A Dame to Kill For," mulai beredar di AS pada Jum'at ini, adalah prekuel sekaligus sekuel film "Sin City," (2005) yang diadaptasi dari novel grafis Miller dari judul novel yang sama.

Film yang didistribusikan Weinstein Co ini, masih bersetia dengan karakter kesatria Marv (Mickey Rourke), lalu penyelidik swasta Dwight McCarthy (Josh Brolin) dan penari eksotik Nancy Callahan (Jessica Alba), yang berjuang melawan diri mereka sendiri, baik secara fisik maupun mental terhadap nafsu setani yang korup juga hedonistik di Sin City.

Brolin berlakon sebagai sosok Dwight di sesi prekuelnya dengan dandanan rekonstruksi wajah sedemikian rupa, sehingga mencitrakan sosok yang pernah diperankan Clive Owen di film versi pertamanya.

"Saya suka karaker Dwight, karena wajahnya banyak rupa," ujar Brolin seperti dinukil Reuters, Kamis (21/8). "Saat Anda mengambil peran itu, pada detik pertama sosok itu tampak sangat keren, dan dilebih-lebihkan layaknya manusia kera. Tapi secara tiba-tiba Anda akan melihat banyak retakan dalam karakternya, juga sejumlah kelemahannya," imbuh dia.

Kelemahan sosok Dwight maujud dalam bentuk Ava Lord yang sangat menggoda, yang dimainkan oleh aktris cantik Eva Green, yang dalam versi novel grafis Miller mewujud dalam sosok wanita mematikan atau ultimate femme fatale. Dengan mata merah dan manipulator ulung sekaligus keji, yang menggunakan seksualitasnya untuk mendapatkan apa yang diamaui.

"Sin City" menjadi garda depan buku novel grafis yang diadaptasi dalam medium layar lebar, pada saat rumah produksi DC dan Marvel yang menghasilkan sejumlah lakon superhero seperti X-Men, Spider-Man, dan Batman mendominasi box office dewasa ini.

Robert Rodriguez selaku sutradara film ini bersama Miller mengadaptasi "A Dame to Kill For," dalam format 3D dan melaraskannya dalam bentuk animasi, sehingga nuansa novel grafisnya sangat terasa di format filmnya. Sehingga seperti yang diutarakan Miller, akan menolong filmnya mempunyai ikatan yang sangat dekat dengan versi buku novel grafisnya.

(Benny Benke/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 22:52 wib
Dibaca: 70490
image
05 September 2014 | 22:46 wib
Dibaca: 66971
image
05 September 2014 | 22:43 wib
Dibaca: 65911
image
05 September 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 64864
image
05 September 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 63803
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER