panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Agustus 2014 | 17:48 wib
Buku Antologi Puisi Memo Untuk Presiden
­

JAKARTA, suaramerdeka.com - Siapapun pemenang Pilpres 2014, republik ini bakal mempunyai presiden dan wakil presiden baru pada 20 Oktober 2014 mendatang. Sebagai warga negara, tugas kita selanjutnya, demikian diyakini Sosiawan Leak, kordinator buku Buku Antologi Puisi; Memo Untuk Presiden, adalah menjaga proses kepemimpinan mereka agar berjalan dengan baik dan benar sesuai konstitusi dan undang-undang.

Sebagai rakyat kita, imbuh dia, juga berkewajiban mengawal mereka agar setia dengan janji-janji yang telah mereka kemukakan selama ini. Untuk menjaga dan mengawal hal tersebut, "Lewat jalan kebudayaan, saya akan mengkoordinir Penerbitan Antologi Puisi Memo Untuk Presiden," katanya sebagaimana rilis yang diterima suaramerdeka.com, Senin (18/8).

Puisi, diyakini Leak, adalah anak kandung kebudayaan, pada dasarnya dapat berperan sebagai pengingat dan penggugah jiwa kehidupan berdasarkan fakta kebenaran serta nurani kejujuran. Sebab, penyair sebagai individu yang berdaya di dalam jaman-–baik sebagai saksi maupun agen perubahan--terbukti mampu melahirkan gagasan secara jernih untuk menangkap suara rakyat, suara jaman, dan suara kebenaran. Dengan mempresentasikan gagasan tersebut lewat penerbitan, mendistribusikan dan menyosialisasikannya secara luas, puisi bisa berfungsi sebagai penjaga moral bagi semua yang terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Teknis penerbitan Antologi Puisi Memo Untuk Presiden akan dilengkapi acara peluncuran di beberapa kota yang melibatkan masyarakat umum dan pihak-pihak yang berkompeten. Seluruh kegiatan bersifat independen, nirlaba, berdasarkan kemandirian individu yang menjunjung tinggi azas kebersamaan. Oleh karenanya biaya penerbitan akan didukung bersama-sama oleh para penyair yang karyanya dimuat dalam antologi.

Selain mengirim karya (sesuai dengan gagasan di atas), pada tahap selanjutnya (usai seleksi) penyair yang karyanya lolos saya mohon mengirim iuran untuk ongkos cetak/penerbitan minimal Rp 100.000. Iuran itu akan dikembalikan dalam wujud buku Antologi Puisi Memo Untuk Presiden  yang jumlahnya sebanding dengan nominal iuran. Seluruh proses (sejak penerimaan dan seleksi karya hingga administrasi) akan saya laporkan secara transparan melalui FB: Sosiawan Leak, di samping dikirim ke email para penyair. Untuk menjaga kualitas tematik dan puitik agar penerbitan ini tetap proporsional sebagai buku puisi,  akan diseleksi obyektif atas seluruh puisi yang masuk.

Kesediaan berpartisipasi dan mengirim karya puisi ditunggu hingga 30 September 2014. Puisi minimal 1 judul (berikut biodata, foto diri, alamat email, facebook dan nomor hp) dapat diemail ke: sosiawan.leak@yahoo.com atau ke inbox facebook: Sosiawan Leak. Peluncuran akan mulai diselenggarakan pada akhir Oktober 2014 di beberapa kota.

(Benny Benke/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 22:52 wib
Dibaca: 68964
image
05 September 2014 | 22:46 wib
Dibaca: 65626
image
05 September 2014 | 22:43 wib
Dibaca: 64571
image
05 September 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 63676
image
05 September 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 62703
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER