panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 April 2014 | 23:54 wib
Trilogi Insiden Seno Gumiro Dirilis Berbentuk Audio
­
image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah sukses meluncurkan buku audio berbahasa Indonesia pertama yang mengadaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Digital Archipelago yang didukung Galeri Indonesia Kaya kembali meluncurkan buku audio Trilogi Insiden karya Seno Gumira Ajidarma pada Kamis, (10/4) di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Para pengunjung diajak memasuki dunia sastra Indonesia modern melalui narasi karya Seno Gumira Ajidarma yang dibacakan oleh Ayu Laksmi, Butet Kartaredjasa, Landung Simatupang, Niniek L Karim, dan Ria Irawan. Kelima tokoh ini sekaligus membawakan kumpulan cerpen Saksi Mata, buku pertama dalam Trilogi Insiden, yang juga berisi roman Jazz, Parfum, dan Insiden, serta kumpulan esai Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara.

"Ini adalah karya saya yang pertama kali dibuat dalam bentuk buku audio dengan bantuan banyak sahabat yang mau meluangkan waktu untuk membacakan karya saya dan memberikan atmosfer yang berbeda dalam setiap kisah yang dibacakan. Buku audio ini penting bagi sastra Indonesia dan juga menarik karena memanfaatkan internet, teknologi komunikasi mutakhir yang paling populer saat ini," ujar Seno Gumira Ajidarma.

"Trilogi Insiden merupakan bagian dari catatan sejarah dan bukti perjuangan dari seorang Seno Gumira Ajidarma yang mendokumentasikan peristiwa Timor Timur melalui rangkaian kata-kata dari sudut pandang seorang penulis dan seniman. Maka ketika saya diminta untuk membawakan Seruling Kesunyian dengan aransemen musik tersendiri, saya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan persetujuan," ujar Ayu Laksmi.

Selain Ayu Laksmi, pengunjung Galeri Indonesia Kaya juga menyaksikan penampilan Ria Irawan yang membaca Kepala di Pagar Da Silva. Ada juga Butet Kartaredjasa yang membacakan cerpen Darah itu Merah, Jenderal, Landung Simatupang yang menarasikan cerpen berjudul Listrik, dan Niniek L Karim menarasikan Telinga.

Lima tokoh yang tampil ini membawakan cerpen yang diambil dari kumpulan cerpen Saksi Mata, buku pertama dalam  Trilogi Insiden.  Cerpen-cerpen ini memiliki riwayat yang sudah dikenal, yakni dibuat setelah penulisnya dilepaskan dari tugasnya pada 1992 karena pemberitaan mengenai Insiden Dili 12 November 1991.

Kumpulan cerpen Saksi Mata mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra (1995) dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ini, kemudian terbit di Australia (1995), dan penerjemahnya, Jan Lingard, diberi penghargaan Dinny O'Hearn Prize for Literary Translation dalam Premier's Literary Award (1997). Cerpen-cerpen Saksi Mata ini juga pernah dibacakan di Taman Ismail Mazuki, Jakarta, dan Purna Budaya, Yogyakarta, pada 1994, dengan sambutan yang baik. Novel berjudul Jazz, Parfum & Insiden  yang diterjemahkan dan sebagiannya dimuat di Silenced Voices: New Writing from Indonesia  (Honolulu, 2000), untuk diterbitkan secara lengkap dalam bahasa Inggris pada 2002.

Sedangkan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara merupakan kumpulan esai. "Digital Archipelago menggarap buku audio Trilogi Insiden secara berkelanjutan mulai pertengahan tahun 2013 dan selesai pada tahun 2014. Karya ini merupakan salah satu dari tiga karya edisi pertama buku audio berbahasa Indonesia produksi Digital Archipelago, yaitu  Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari, Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi, dan Trilogi Insiden karya SGA. Ketiga buku ini adalah tonggak sejarah buku audio Indonesia. Kami berharap digitalisasi sastra Indonesia ini dapat memberikan hembusan baru di wilayah cyber sastra melalui aplikasi ponsel pintar yang dapat di-donwnload bebas biaya, namun untuk kontennya dikenakan biaya sejumlah Rp 119.000 untuk ketiga bagian buku audio Trilogi Insiden. Sedangkan Saksi Mata, Jazz, Parfum & Insiden, serta Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara masing-masing dapat diperoleh dengan harga Rp 49.000 saja," ujar Hristina Nikolic Murti dari lembaga Digital Archiphelago.

Rekaman Trilogi Insiden  yang seluruhnya berlangsung 17 jam, dibuat di studio Kua Etnika piminan Djaduk Ferianto di Yogyakarta, Soeara Madjoe pimpinan Anjar Prabowo di Jakarta, dan studio Antida pimpinan Anak Agung Anom Darsana di Denpasar. Sedangkan sound engineering buku audio ini dibuat oleh Gotrek Whitehouse. Untuk memberikan atmosfer berbeda, buku audio ini juga diramaikan dengan aransemen musik oleh Boris Simanjuntak, Ayu Laksmi dan Piotr Komorowski, dll.

Para pembaca buku audio Trilogi Insiden dimulai dari kumpulan cerpen Saksi Mata (berlangsung 4,5jam) adalah: Saksi Mata  - Chairul Umam (dokumentasi tahun 1994 yang diperoleh berkat jasa Dewan Kesenian Jakarta), Telinga - Niniek L Karim, Manuel-Sitok Srengenge, Maria - Landung Simatupang, Salvador - Leon Agusta (musik Boris Simanjuntak), Rosario - Adi Kurdi (musik Boris Simanjuntak), Listrik - Landung Simatupang, Pelajaran Sejarah - Maudy Koesnaedi, Misteri Kota Ningi  - Remy Sylado, Klandestin - Renny Djajoesman (music Piotr Komorowski), Darah Itu Merah, Jenderal - Butet Kartarejasa, Seruling Kesunyian - Ayu Laksmi (musik Ayu Laksmi),  Salazar - Nicholas Saputra (musik Piotr Komorowski), Junior -  Dian Sastrowardoyo, Kepala di Pagar Da Silva - Ria Irawan, Sebatang Pohon di Luar Desa - Laksmi Notokusumo (musik Boris Simanjuntak).

Untuk buku kedua, yaitu novel  Jazz, Parfum & Insiden (berlangsung lebih dari 6 jam) naratornya adalah Landung Simatupang, dan untuk buku ketiga, yaitu kumpulan esai Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (berlangsung lebih dari 6 jam) dimana Seno Gumira Ajidarma menjadi naratornya sendiri.

(Benny Benke/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 22:52 wib
Dibaca: 68637
image
05 September 2014 | 22:46 wib
Dibaca: 65331
image
05 September 2014 | 22:43 wib
Dibaca: 64283
image
05 September 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 63388
image
05 September 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 62447
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER