panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Februari 2012 | 13:58 wib
Slank Unplugged, Intimate Concert.
Masih Juara
image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tugas yang paling utama dari seorang seniman, meminjam adagium lawas, adalah merebut nama. Setelah itu hanya mempertahannkannya. Demikianlah grup band bernama Slank membuktikan kesahihan adagium itu ketika menggelar  pertunjukan bertajuk "Slank Unplugged, Intimate Concert," di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (8/2) malam.

Muncul ke atas panggung mulai pukul 22.00 Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abde Negara (gitar), Ridlo Hafidz (gitar) dan Ivanka (bass) tanpa ba bi bu langsung mengalirkan single terkenal "I Miss U But I Hate U," dan "Gara-Gara Kamu."

Dalam konser yang dikemas dalam balutan musik unpulgged dengan harapan dapat menimbulkan kesan dekat dengan penonton, dan dengan demikian digelar di sebuah arena yang sebenarnya tidak terlalu luas untuk ukuran band sebesar Slank, konser semalam sejatinya tetap mengalir dalam laiknya konser besar Slank lainnya yang digelar di tempat terbuka.

Yang membedakan hanya volume dan jumlah penontonya. Selebihnya, Slank tetaplah Slank yang tetap mampu menunjukkan dirinya tetap juara, meski waktu terus mengujinya. Lihatlah, di atas panggung, Kaka yang baru membuka dialog setelah lagu kedua, tetaplah Kaka yang mampu menjadi magnit utama, seperti Kaka yang dikenal banyak orang.

"Assalamualaikum," katanya disaksikan Bunda Iffet -roh penjaga nasib Slank- dari bibir panggung. "Saya berjanji mendatangkan dan berkolaborasi dengan seorang penyanyi di konser Slank kali ini," katanya bersemangat dengan dandanan sekenanya; jazz hitam, topi laken, serta jeans ketat andalannya.

Pengumuman Kaka membuat ratusan penonton yang 3/4 nya didominasi kaum sosialita muda Jakarta -selebihnya Slanker sejati dengan catatan mampu menebus harga tiket yang tidak murah- menebak-nebak siapakah gerangan dia.

"Please welcome, Sandy Sandhoro..." Seketika, penyanyi jazz bersuara emas yang sempat mencengangkan banyak musisi besar dunia itu, menyeruak ke atas panggung, dan pelan-pelan intro lagu, "Mawar Merah" membuat histeris penikmatnya. Suara khas Sandy tentu berbeda dengan suara Kaka.

Tapi bersama penonton yang turut menyanyi, keberbedaan jenis suara itu diabaikan. Bahkan ketika Sandy telat, atau terlalu tinggi mengambil nada, tidak menjadi soal berarti. Semua orang happy di pertunjukan Slank kali ini.

Setelah Sandy pergi dan menguluk salam, dan menyatakan kegembiraannya sepanggung dengan band legendaris sekelas Slank, Kaka kembali membuka perbincangan. "Tadinya saya berjanji pada diri saya sendiri, tidak akan pecicilan, karena ini konser unpluggeg, tapi susah," katanya.

Kian Memuncak

Alih-alih kalem, dalam konser yang juga ditata Suara Merdeka itu, dia malah melepas jazz, untuk kemudian membiarkan tubuh akasnya bertelanjang dada. Mempertontonkan sejumlah tato usangnya.

Selanjutnya, kemeriahan makin memuncak ketika single "Kupu-kupu Liarku," dialirkan, disambung "Pandangan Pertama," yang dibawakan bersama seorang penonton perempuan dadakan di atas panggung. Selesai membuat pemuja perempuannya panas dalam, "Orkes Sakit Hati," dibawakan.

Setelah itu, seperti tidak ada yang perlu diceritakan lagi dari Slank. Karena dengan keapaadannya (oleh karena itu disebut Slang) dan kebersahajaan attitude yang dimanisfestasikan dalam lirik dan musik yang asyik, dia telah menjelma tanda bagi juara.

Terlebih ketika Bimbim yang mengenakan topi Ketua Mao, dengan simbol Bintang di tengahnya, mulai maju ke depan panggung, dan merangkul sepupunya Kaka yang sedang memainkan harmonica, pada single andalan dan wajib; "Terlalu Manis."

Cerita selanjutnya, terlalu manis untuk dituliskan, sebagaimana kekuatan Slank, pertunjukkannya lebih patut untuk dinikmati secara langsung daripada diceritakan ulang. Karena penonton adalah bagian dari pertunjukan, yang turut menyanyi, berpekik histeris, tertawa-tawa, juga mengenang masa lalu yang pada sebuah masa pernah ditemani sejumlah single hits milik Slank.

Singkat kata, Slank adalah drama. Apalagi ketika single "Ku Tak Bisa" dibawakan, beberapa penonton perempuan dengan dandanan terbaiknya, beberapa di antaranya menyanyi sembari sesekali mengusap air mata yang jatuh di pipinya. Demikianlah Slank, yang masih mengada dan juara.

(Benny Benke/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 17:07 wib
Dibaca: 1697
image
24 Mei 2012 | 16:00 wib
Dibaca: 266
image
24 Mei 2012 | 15:02 wib
Dibaca: 459
image
24 Mei 2012 | 14:04 wib
Dibaca: 773
image
24 Mei 2012 | 13:00 wib
Dibaca: 310
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER