
JAKARTA, suaramerdeka.com - Nyaris satu bulan lamanya artis cilik Ruvita Sari Siahaan atau yang selama ini lebih sering disapa Ruvita belum juga kembali ke rumah sejak kepergiannya 9 Januari 2012 lalu. Bocah 13 tahun itu belum ingin menapakkan kaki di rumah kontrakkan ibunya di Cipayung, Jakarta Timur.
Padahal Ruvita telah berhasil ditemukan, setelah sempat kabur ke tempat sanak saudara ibu angkatnya di Sorong, Papua. Ironisnya, dari Sorong, Papua, Ruvita tidak langsung kembali ke rumah. Dia lebih memilih untuk menetap di rumah ibu angkat, Maya, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Nampaknya hingga kini Ruvita masih betah hingga belum ingin kembali ke rumah sederhananya itu.
"Mama maafin kalau emang aku tidak bisa tinggal sama mama. kalau mama tidak setuju aku tinggal ama bunda, ya mama tolong ngertiin aja karena aku cuma ingin sekolah," ucap Ruvita. "Kalau aku sukses, mama juga pasti kan bangga dan aku akan ngebahagiain mama."
Sementara itu, ibu kandung Ruvita, Lili Satriani, saat ditemui pekan lalu di rumahnya mengaku sangat merindukan putrinya yang sejak kecil sering menghabiskan waktu bersamanya itu.
"Kalau dia (Ruvita) pulang pengen ngasih dia yang lebih baik lagi. Pokoknya yang utama mau nyekolahin dia karena itu kemauan dia dari dulu emang," janji Lili.
Kerinduan yang terpendam pada darah daging juga saudara sekandung memang sangat memilukan bagi Lili, Maruli dan Jansen. Ya, bagaimana tidak, mereka tidak bisa melampiaskan rindu dengan seseorang yang mereka sayang. Alhasil kerinduan tercurah pada barang milik Ruvita yang tertinggal di kamar. Baju di kamar sengaja tidak dicuci ibu Ruvita agar wangi khasnya tak hilang begitu saja. Begitu pula dengan mainan sang anak pun masih tersimpan dengan rapi.
Rasa rindu Lili Satriani kepada Ruvita tentu membangkitkan ingatan kembali seputar kaburnya peri kecilnya itu dari rumah ke Sorong, Papua.
Ruvita yang beralasan tidak mengenyam pendidikan nekat kabur hingga ke Sorong, papua. Kemudian dibawa ke Polda hingga akhirnya kasus tersebut harus ditangani oleh Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI).
"Jadi aku lebih pilih keluarganya bunda (Maya). Kalau pulang aku ngerasa nggak nyaman bukan karena mama (Lili) miskin, mungkin karena perlakuan mama ke aku," papar Ruvita. "Sekarang terlalu penuh di hati aku jadi sekarang aku keluarin semua."
"Aku tidak takut dibilang anak durhaka terserah orang mau bilang apa yang penting aku sekolah dan nanti aku akan balik ke mama lagi," lajut bintang iklan cilik itu.
Benarkah dalam pertemuan mediasi Ruvita dan Lili, sang bocah mengatakan terlalu merasa dieksploitasi oleh ibu kandungnya? Tidak ada ombak yang tak surut. Begitu pula dengan luapan emosi Ruvita dan ibunya. Kini keduanya semakin lebih tenang setelah proses mediasi yang dilakukan KPAI. Tapi benarkah KPAI telah memulangkan Ruvita ke pangkuan Lili Satriani?
"Awalnya kan orang tua punya tuntutan lebih terhadap anak. Ruvita di satu sisi merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya sebagai seorang anak. Hingga kekecewaan itu berakumulasi yang kemudian dia lari dari rumah," jelas Maria Ulfa Anshor, ketua KPAI.