
MEMPHIS, suaramerdeka.com - Selama beberapa tahun belakangan ini Lisa Marie Presley menyatakan ketikdapuasannya atas beredarnya sejumlah film yang mengisahkan perjalan hidup mendiang ayahnya, Elvis Presley. Entah karena ceritanya yang dinilai kurang mumpuni, atau penyutradaraan bahkan keaktoran dari penokohan utamanya, Marie berpikiran untuk membuat sendiri film yang bertutur tentang mendiang ayahnya itu.
Oleh karena itu, meski tidak membatasi waktu penggarapannya, dia berkeinginan keras segera mewujudakan tentang riwayat ikon rock 'n' roll itu. Sampai saat ini, Marie mengatakan, kalau belum ada satu pun film yang bertutur tentang ayahnya yang mengalir dengan cerita yang layak dan semestinya.
"Jadi itu tidak akan memuaskan saya," katanya kepada Associated Press, Kamis (2/2). Jadi, dia sangat berharap film tentang ayahnya yang akan dia buat sendiri itu, akan segera terwujud.
Marie Presley, yang sangat jarang mau memberikan wawancara, saat ini berada di Graceland paling tidak hingga akhir pekan ini, untuk membuka sebuah eksebisi. Film nantinya direncanakan berjudul Elvis Through His Daughter's Eyes adalah gambaran personal dari sudut pandang subyektif Lisa Marie yang akan menceritakan kehidupannnya pada masa kecil.
Dengan penggambaran seperti adegan sepatu baru yang dia kenakan sewaktu bayi, rekaman studio pertamanya, juga gambaran sebuah jaket kulit putih mungilnya dulu. Termasuk hari-hari pertamanya tinggal di Graceland, juga tidak ketinggalan penggambaran rumah tinggal terdahulu mendiang ayahnya, yang terdapat di Memphis, sampai kematiannya pada 16 Agustus 1977.
Marie Presley tinggal di Graceland sampai dia berusia 5 tahun, atau pada waktu ibunya Priscilla bercerai dengan Elvis, dan pindah dengan dirinya ke California. Meski pun demikian, Marie Presley secara berkala tetap mengunjungi Graceland, dan banyak meluangkan waktu bersama dengan mendiang ayahnya. Bahkan Marie senantiasa tersenyum jika diajak berbicara tentang kenangan bersama mendiang ayahnya.
Seperti bagaimana dia dulu gemar menaiki mobil golf bersama mendiang ayahnya untuk sekadar main ke tetangga mereka. Termasuk bagaimana dia dengan sabar menunggu ayahnya di rumah hampir di setiap konser yang membuat mendiang ayahnya sibuk luar biasa.
"Beliau sangat-sangat bersemangat orangnya. Anda tidak akan pernah melihat beliau mengenakan piyama yang melorot sampai bawah. Tidak akan," katanya. "Karena Anda semua hanya akan melihat beliau sudah terlihat gagah dengan dandanan kebesarannya".
Hal-hal kecil tapi sangat manusiawi dari sudut pandang seorang anak perempuan itulah yang akan difilmkan Marie di film Elvis Through His Daughter's Eyes.
(Benny Benke/CN15)