
LOS ANGELES, suaramerdeka.com - Dua juri acara pencarian bakat menyanyi "The X Factor" yaitu Paula Abdul, dan Nicole Scherzinger, serta pembawa acaranya Steve Jones dipecat oleh stasiun TV Fox dan produser Fremantle serta Simon Cowell. Menurut sebuah sumber yang sangat dipercaya, saat ini Cowell sedang berpikir keras untuk mencari dua juri pengganti, sekaligus host anyar.
Pemecatan itu, ungkap sumber tersebut, karena Paula Abdul dan Nicole Scherzinger dinilai tidak berhasil menjalankan tugasnya sebagai juri. Jadi sebagai yang memiliki acara itu, Cowell bersama stasiun TV Fox dan Fremantle mempunyai wewenang untuk melakukan pergantian darah segar.
"Mereka mengharapkan Paula berperan sebagai sosok perempuan yang menyebalkan, dan Nicole -karena kecantikannya- menjadi sosok yang mengayomi. Tapi ternyata Paula dinilai tidah berhasil menjalankan peran itu," ungkap sumber itu.
Juru bicara Fox telah mengonfirmasi berita pemecatan Scherzinger dan Jones, tapi belum mengiyakan tentang pemecatan Paula. Sumber lain mengatakan, Fox lebih memilih mengeluarkan uang untuk mewujudkan sebuah set panggung dan produksi yang lebih wah, dari pada untuk membayar dewan jurinya.
Meski secara kontras, stasiun TV NBC yang menghasilkan program acara "The Voice" mengeluarkan biaya yang tak lebih sedikit untuk membayar dewan jurinya, seperti Christina Aguilera dan Blake Shelton. Aguilera dalam sebuah kesempatan mengatakan, dia menerima bayaran di atas 10 juta dolar AS per musim di program "The Voice". Sedangkan sebuah sumber kepada TheWrap, Rabu (1/2), mengatakan Paula Abdul hanya menerima 1 juta dolar AS di "The X Factor" per musim.
Hal itulah yang ditengarai menjadi salah satu alasan hengkangnya dua juri dan host acara "The X Factor".
12 juta penonton
Scherzinger yang dikenal penyanyi utama di kelompok vokal "The Pussycat Dolls", tadinya juga menggantikan juri asli "X Factor" Cheryl Cole, yang menghilang dari pertunjukan itu sejak Mei 2011. Scherzinger dipecat teristimewa karena ketidakmampuannya memutuskan sebuah persoalan yang menentukan. Teristimewa ketika dia tidak mampu menentukan di antara dua peserta yang layak dipulangkan atau tidak di acara itu.
Pertunjukan "The X Factor" sebenarnya mendapatkan rating yang sangat memuaskan, meski Cowell sebagai penciptanya, belum terpuaskan atas raihan itu. Pada sebuah kesempatan Cowell pernah mengatakan, jika acara ciptaannya itu diharapkan dapat mengalahkan program pendahulunya yakni "American Idol", yang sampai saat ini masih menjadi pertunjukan pencarian bakat menyanyi nomor satu di AS.
Dengan mendapatkan pemirsa hingga mencapai angka 12,49 juta penonton ketika dirilis pada September tahun lalu. Sedangkan "X Factor" hanya mendapatkan bagian penonton separuhnya dalam musim pertamanya, yang berakhir pada Desember kemarin. Atau raihan tertinggi terakhirnya hanya mencapai angka 8,51 juta penonton.
"X Factor" rata-rata mendapatkan rating 4.2/12 dengan penonton di antara rentang usia 18 - 49 tahun, dengan total penonton 12,4 juta pemirsa di musim lalu, mendekati raihan penonton acara serupa produksi NBC "The Voice". "The Voice" ini akan kembali mengudara pada 6 Februari nanti.
(Benny Benke/CN15)