
JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah sukses dengan gelaran pembuka Salihara Jazz Buzz, akhir pekan lalu, dengan menampilkan Tohpati Ario Hutomo, Komunitas Salihara kembali menyelenggarakan pertunjukan jazz yang tidak menggunakan format band biasa -di luar perpaduan gitar, bass, trompet, dan drum-. Kali ini, konser jazz world music Bintang Indrianto dkk akan digelar di Teater Salihara pada Sabtu (4/2) mulai pukul 20.00 dengan menghadirkan Fadly ”Padi”.
Selain nama Fadly sejumlah nama musisi yang sudah lama dikenal telah melakukan pengemaraan lintas musikal di antaranya Kiki Dunung (kendang, rebab, perkusi etnik), Imam Garmansyah (keyboard), Arief Setiadi (seruling), Saat Borneo (saksofon & flute), dan Triniti Choir yang mengisi dalam paduan suara, siap menyemarakkan konser nanti.
Sebagaimana liris resmi dari Komunitas Salihara yang diterima Suara Merdeka, Selasa (1/2), dalam konser nanti, juga akan menghadirkan penampilan khusus dari Bonar Sihombing dan Koor AMA-HKBP Menteng, plus Zahra (vokal).
Sementara itu, empat musisi yang direncanaka tampil dalam rangkaian program Salihara Jazz Buzz adalah nama-nama yang sudah tak asing lagi di dunia jazz Indonesia. Setelah Tohpati Ario Hutomo, akan hadir Dony Koeswinarno, Bintang Indrianto, dan Dewa Budjana.
Keempat musisi itu telah lama dikenal banyak melakukan penjelajahan dalam komposisi musik dan aransemen. Kali ini, keempat musisi itu akan tampil dengan berbagai bentuk dan karakter musik jazz menggunakan instrumen yang jarang dipadukan dalam genre musik ini, seperti gitar dan cello, atau marimba dan kontrabass.
Format band yang eksperimental ini juga menuntut para musisi membawakan karya-karya baru yang dibuat khusus untuk tiap pertunjukan, sehingga akan tampil berbagai warna dan suara jazz yang unik dan berbeda dari yang biasa dipentaskan.
Meramu ragam instrumen
Seperti diketahui, Bintang Indrianto dikenal sebagai pemain bass yang telah merilis dan menggarap sejumlah album yakni Jazzybass, Jazzyduet, Jazzysax, dan Jazzy Christmas. Dia dikenal kerap bermain dengan bebas di antara berbagai warna jazz atau fusion, musik dunia dan sesekali memainkan rock. Terakhir, Bintang merilis album bersama Sruti Respati dan Sujiwo Tejo, Yaiyo, dan terlibat dalam pembuatan album Sruti Respati, Sruti, Kemarin, Esok Adalah Saat Ini.
Bintang adalah salah satu musikus pendukung untuk Dwiki Dharmawan String Quartet, Spirit dan Bhaskara. Juga session player untuk beragam rekaman dan pementasan musik Iwan Fals, Kla Project dan lain sebagainya.
Bahkan dia menggagas proyek studio Akordeon-bersama Rindra Risyanto, Roedyanto Warsito dan Sruti Respati, yang menggabungkan beragam musik lintas genre dan mengawinkan berbagai alat musik seperti tetabuhan kendang dan rebab. Di pertunjukan ini, Bintang memasukkan elemen seruling dan koor dalam beberapa komposisi.
Berbeda dengan penampil lainnya dalam program ini, karya-karya yang dibawakan Bintang berdasarkan melodi world music sebagaimana tercermin dari ragam instrumen musik yang dia pilih. Selain itu, pertunjukannya juga bersifat teatrikal dengan tujuh pengadeganan yang membawakan suasana kesedihan dan kesuraman.
(Benny Benke/CN15)