
Suara Merdeka CyberNews. Hati-hati dengan orang-orang fatalis. Yang gemar menyelesaikan masalah dengan cara-cara membutakan logika, dan mematikan rasa. Yang lebih berria jika semua perkara dirampungkan dengan cara memusnahkan orang-orang yang berseteru denganya. Meski untuk itu, orang-orang seperti itu, juga sudi memusnahkan dirinya sendiri.
Demikianlah kira-kira pesan yang hendak disampaikan film drama suspense berjudul Affair, arahan Nayato Fio Nuala. Untuk kali ketiga, hanya dalam bulan Februari ini saja, tiga film Nayato berlomba edar di layar lebar. Setelah sebelumnya 18+, Belum Cukup Umur, dan yang terkini Affair.
Berbeda dengan dua film terdahulunya, di film produksi Starvision itu, darah dihadirkan lengkap dengan aksi brutalnya. Sebagaimana serial film I Know What You Did Last Summer yang rajin menghadirkan satu kematian ke kematian selanjutnya, film Affair pun nyaris serupa dalam mengalirkan tema besarnya.
Suspense yang Sulit Tertebak
Hanya bedanya, kecemburuan dan persahabatan dijadikan musabab atas terjadinya pembantaian teman atas teman. Masalahnya sederhana, perebutan kekasih, yang sebenarnya kekasih ini tak pantas-pantas amat untuk diperebutkan. Apalagi yang memperebutkan adalah dua perempuan cantik, mandiri, pinter, dan konon berlatar pendidikan bagus.
Namun, demikianlah yang terjadi di film yang memasang lakon Reta (Sigi Wimala) dan Santi (Garneta Haruni). Dua sekawan yang konon sehidup semati itu, akhirnya harus mematikan diri mereka masing-masing, demi mengetahui, Daniel (Dimas Aditya), yang sebenarnya kekasih Santi, telah menghamili Reta.
Padahal pada saat bersamaan, Santi juga mengaku sedang mengandung anak Daniel. Nah, sakit hati atas kelakuan ''sobat sehidup sematinya'' itulah yang membuat Santi menghabisi Reta. Sebelum akhirnya memasukkan jasad Reta ke dalam koper untuk dibuang entah ke mana. Meski sebenarnya, Daniel mau dijodohkan kepada Reta, atas desakan Santi juga. Karena alasan kasihan melihat Reta usianya tinggal tersisa tiga bulan, karena penyakit entah.
Persoalan selesai? Masih panjang, dan akan terus dipanjang-panjangkan oleh Viva Westi selalu penulis skenarionya. Setelah kematian Reta, ternyata terjadi kecelakaan ketika Santi, dan Daniel hendak membuang jasad Reta. Yang membuat Santi koma, dan mayat Reta berhasil diselamatkan oleh Reta yang sebenarnya. Nah lo, siapa menghantui siapa sekarang, ketika Santi yang koma tiba-tiba menjelma Reta, dan meneror siapapun yang menurut dia pantas untuk diteror.
Jangan terlalu risau dengan alur cerita film yang juga menampilkan dua lagu dari group band Lyla, berjudul ''Bernafas Tanpamu'', dan ''Untuk Sesaat'' ini. Cerita memang sengaja diputar-putar dengan harapan mendapatkan suspense yang sulit tertebak. Meski sebenarnya, penonton pasti tahu mau ke mana cerita berjalan. Masalah ketegangan? Nyaris tidak ada yang menegangkan di film ini, kecuali efek musik yang kerjanya cuma memberi efek kejut, yang lama-lama tidak mengejutkan lagi.
(Benny Benke/CN15)