
Suara Merdeka CyberNews. Bagaimanakah posisi antara negara, permainan kartu, dan agama. Dalam novel Negara Kartugama karya Taufik Asbi, posisi antara negara, kartu dan agama diadu domba sekaligus dicoba dilaraskan sedemikian rupa. Permainan kartu, yang dalam novel ini adalah permainan bridge dijadikan sebuah media, untuk menuntun penokohannya memecahkah permasalahan yang serba sengkarut pada sebuah negara. Yang biasanya, konon sangat dipercaya, hanya paling niscaya jika dimaknai oleh pendekatan agama.
Penulis, yang berlatar belakang kolumnis di harian Pikiran Rakyat, dan Tabloid Bola, sekaligus redaktur Majalah Bridge Indonesia itu, layaknya Dan Brown pada novel Davinci Code, berikhtiar membangun, dan menjalin sebuah cerita misteri, yang dilatarbelakangi kode permainan (baca; bridge).
Hal itu menjadi maklum, menilik latar belakang penulis, yang juga atlet bridge bergelar World International Master, serta telah mengoleksi prestasi di sejumlah ajang bridge lainnya. Misalnya, meraih medali perak kejuaraan dunia bridge (Montreal , Kanada, 2002), Juara Asia Pasific ( Manila , Philipines, 2003), beberapa kali juara Asean, dan empat kali meraih Medali Emas PON.
Ramuan Cerdas beserta Intriknya
Sehingga tidak berlebihan jika novel terbitan Medi Indocipta Publishing ini, beraroma bridge. Dan aroma itu semakin menguat, ketika ditubrukkan dengan aroma konspirasi bernama kekuasaan. Klise memang, semua peristiwa akhirnya mengerucut pada ihwal yang bernama kekuasaan. Namun, ketersediaan taktik, keyakinan, dan intrik, yang diperumit dengan latar beragam kejadian nyata, kisah-kisah miring politik, dan berbagai skandal, baik nasional maupun internasional itu, menyatu dan terpecahkan karena permainan kode bridge.
Sehingga bagi penikmat bacaan thriller, buku ini tidaklah mengecewakan. Sosok Toni Andikha, bersama kelompok persaudaraannya, menjadi tokoh protagonis cerita. Yang berikhtiar memecahkan jejak-jejak berkode rumit peninggalan sahabatnya yang tewas secara misterius.
Kode-kode tersembunyi yang sulit dipecahkan, layaknya permainan bridge itu, memiliki kunci-kunci khusus, yang melibatkan simbol rahasia, kombinasi huruf dan angka, notasi catur, dan diagram permainan kartu. Yang akhirnya menuntun mereka bertubrukan dengan kelompok orang-orang sangat berkuasa. Sebuah konspirasi yang merencanakan tindakan radikal yang tersusun rapi, dengan persiapan sangat matang, serta rencana cadangan spektakuler.
Nah, ''kerja bakti'' Toni yang pada awalnya atas nama kesumat memenuhi dendam atas kematian sobatnya itulah, yang disajikan di buku setebal 376 ini. Sebagaimana galibnya buku yang hendak bertegang-tegang, Negara Kartugama tentunya juga menyusupkan kisah asmara di tengah ketegangan yang disajikan.
(Benny Benke/Nv@)