
Sebagai seorang aktris yang sejak awal menyadari profesinya di dunia seni peran, Wulan Guritno memasukkan tahap observasi sebagai salah satu kiat jitunya. Berdasar pijakan itulah, ketika dia dipercaya harus berlakon sebagai seorang ibu yang sakit hati kepada suaminya yang gay, kemudian mencari pelarian di dunia maya, Wulan tak segan melakukan observasi.
Hasilnya, ketika dia berlakon dalam film 18+ (true love never dies), aktingnya mendapat pujian. Meski tidak menjadi aktris utama, observasi tetaplah menjadi bagian dari ritual yang harus dia lalui.
''Akting saya bisa asal-asalan kalo saya berlakon sembarangan, dan tidak tahu pijakan muasal akting,'' katanya seusai preview film yang ia bintangi di Jakarta, selasa (26/1).
Karena tuntutan perannya, mengharuskannya melakukan adegan ''memuaskan diri sendiri'' lewat internet, ibu satu putri itupun juga tak segan mengunduh situs-situs dewasa dari internet. ''Bukan apa-apa, itu hanya sekedar pendalaman peran semata''. Jadi, dalam dunia akting, katanya, tidak ada peran kecil atau besar. Dalam artian, katanya lagi, meski dirinya mendapat peran kecil, aktingnya harus tetap menawan, dan kalau bisa mengalahkan akting aktris utamanya.
(G20/Nv@)