
Salah satu kiat menjajakan musik agar mudah diserap publik adalah menyajikan racikan musik yang segar, sekaligus bertenaga. Demikian Potenzio, grup band berawak Narendra Pawaka (vokal), Ryan Nugroho (kibor), Andika Deva (gitar, piano), Rizky Pamungkas (gitar), Resya Harbie (bass), dan Raden Rohan (drum, perkusi) merumuskan musikalitas mereka.
Dengan warna musik yang mereka sebut sebagai ''power teen pop'' itulah, album Jingga yang dirumuskan dan dimatangkan sejak 2007, dan usai dirampungkan Oktober 2009 lalu, berhasil dirilis awal tahun ini. Album debutan ini merilis singgel ''Setengah Hati'' sebagai jualan utama.
Band bentukan tahun 2005, yang membutuhkan waktu lumayan lama untuk mematangkan album itu berdalih, testing pasar, atau membaca selera pasar adalah alasan utama mereka merilis album. Selain itu, ujar Narendra kepada wartawan cybernews Jakarta, ''Mematangkan musikalitas dengan terus tampil di sejumlah tempat publik, menjadi alasan utama kami merilis album baru sekarang,'' katanya.
Dengan tekun membaca selera pasar, dan mematangkan kemampuan musikalitas, langsung maupun tidak langsung membuat album perdana ini telah melewati sejumlah batu ujian. Hasilnya, imbuh dia, komposisi setiap lagu terus mengalami penyempurnaan hingga ditetapkan pada take lagu terakhir sebelum masuk dapur rekaman.
Implikasinya, klaim para personil Potenzio, kualitas musikalitas album perdana ini lebih segar dan bertenaga. Sebertenaga arti nama grup mereka yang berarti alat pengatur keseimbangan, volume dan harmonisasi unsur-unsur musik. Dalam catatan pemerhati musik Andre Opa, grup band ini mempunyai jejak rekam yang cukup baik. Tercatat ia pernah menjuarai beberapa festival musik, serta menjadi pengisi tetap di berbagai acara musik. Belakangan, Potenzio adalah band tetap di salah satu pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta.
Lewat sejumlah singgel lainnya seperti '' Setengah Hati'', ''Secara Aku'', ''Kehilanganmu'', ''Mau Dengan Yang Dulu'', ''Bidadari'', ''Sekali Lagi'', dan ''Tetap Bertanya'' itulah, band pengidola The Beatles itu berharap banyak atas peruntungannya.
Peruntungan itu, imbuh Andre, menjadi dekat dengan kesuksesan karena, musik yang mereka tawarkan, memiliki sound dan rasa yang sangat mudah dengar.
(G20/Nv@)