panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 November 2009 | 09:13 wib
Antara Ibu, Pekerjaan, dan Bakti
image


Assalamu'alaikum Ustad. Sebelumnya, maaf ya kalau saya share-nya agak panjang dan malah mungkin cenderung jadi curhat. Awalnya begini: Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara. 1995, papa tercinta dipanggil oleh Allah SWT, saat itu saya masih duduk di kelas 2 SMP. Tak pernah terpikir dan memang belum siap bagiku untuk menjadi seorang anak yatim, sementara aku adalah anak yang paling dekat dengan papa, yang paling disayang oleh papa. Tapi kenyataan membuatku belajar segalanya. Hari demi hari, kami jalani tanpa sosok papah sebagai kepala keluarga. 1 pesan papa yang masih aku ingat sampai hari ini, detik ini, ialah, "Nanti kamu di rumah pintar ya Nina, jagain mama, bantuin mama, bantuin kerjaan rumah." Spontan aku jawab, iya.

Sampailah tahun 1998, mama mendapat ujian sakit berupa infeksi jantung. Berobat ke dokter adalah ikhtiar yang kita lakukan, khususnya mama. Masuk tahun 2001, saat itu dokter jantung mama bilang, "Ibu Elly, saya ini hanya sebagai perantara saja, yang menyembuhkan itu Allah, yang penting ibu banyak berdo'a dan berzikir.

Nah saat itu, Aa Gym mulai booming, dan kita hadir di ta'limnya beliau yang di istiqlal. Sepulang dari istiqlal aku dan mama liat spanduk bertuliskan "Zikir akbar bersama Ust. Muhammad Arifin Ilham" yang tempatnya di istiqlal juga. Dan minggu depannya pun kita datang. Setelah mengikuti zikir kok rasanya enak, di badan mama pun terasa enak, dan semenjak itulah dari 2001 itu sampai hari ini, kita gabung di majelis Az-Zikra, bahkan aku bergabung menjadi Tim Khidmat-nya. Banyak ilmu yang kudapat dari sana.

Tahun 2002 aku dan mama menutup aurat. Tapi ternyata yang namanya ujian, tidak berhenti. Saat memasuki semester akhir kuliah, ujianku bertambah pula. Karena saat itu, mama diberi ujian sakit lagi yang beraneka macam. Pada waktu aku semester 6 ke 7, mama mendapat sakit pengapuran, saat itu hampir setahun aku dengan setia mengantar mama utk terapi. Dan alhamdulillahnya, oomku adalah dokter rehab medik, jadi kita berobatnya sama om aja. Sekali lagi Allah memberikan buktinya, bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan-Nya.

Tapi dengan begitu, skripsiku agak telat. Tapi, semuanya kunikmati, walaupun aku selalu menangis dalam setiap qiyamullail yang aku jalani. Setelah pengapuran mama sembuh, tahun 2005 mama masuk RS dengan sakit fertigo.

Tapi sekali lagi aku mengucap syukur alhamdulillah, Allah memberi jalan. Pada saat wisuda, oktober 2005, aku terharu, andai ada papa saat itu, dia pasti bangga sekali, dan saat itu aku berpikir inilah saatnya aku menjadi jurnalis sejati. Dengan ilmu yang aku miliki, berkali-kali aku mengirim surat lamaran, tapi semuanya berakhir di tes interview atau psikotest aja.

Entah apa aku memang bodoh kali ya? Tapi waktu SMA dan kuliah dl, aku sering mendapat beasiswa dan nilai mata kuliah aku berkisar antara A dan B, IPK terakhir pun aku mendapatkan nilai 3,29. Hari demi hari, aku jalani sampai pada 2006, mama kembali dirawat krn sakit tipus.

Dengan kondisi mama yang sangat rentan, aku berpikir bagaimana ya mama kalau aku kerja? Siapa yang jaga dia, siapa yang pijitin, siapa yang nganter mama kalau kontrol ke dokter atau bekam, siapa yang akan mengeroki mama kalau mama masuk angin? Semua pertanyaan itu muncul. Aku sempat berpikir, apakah ini cerita Allah yang sampai saat ini, aku belum merasakan bekerja di dunia kerja yang sebenarnya, apalagi menjadi jurnalis sejati. Kalau Ust bertanya, lalu kemana ke-3 kakak-kakakku yang lain? Ya merekalah yang bekerja sebagai gantinya papa.

Coba kalau mau badningkan, anak seusiaku di umur 22 tahun saat setelah lulus kuliah, adalah masa-masa yang mungkin sudah bisa bekerja dan dapat bersenang-senang dengan hasil kerjanya.

Namun, aku berusaha mensyukuri semua yang kudapatkan ini. Aku masih bisa merawat mama, mengurusi mama. Aku berusaha berpikir, inilah karunia Allah terbesar. Karena dengan begini adalah ladang amalku. Biar kakak-kakak yang mencari uang, dan aku yang merawat mama.

Jadi sekarang, kalau ada info-info lowongan, bukannya aku apatis dan pesimis, tapi kok aku lebih berat ke mama ya?

Yah begitulah ceritanya. Maaf kalau ternyata aku adalah seorang yang masih dhaif dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini. Tolong do'akan aku ya Ustad, semoga Allah selalu memberi yang terbaik, membimbing kami, menuntun kami dan melindungi kami sekeluarga. Amiin ya Mujib... Duh aku sampai menangis nih mengetiknya.

Nina - alamat pada redaksi


Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb. Sebelumnya saya ikut merasakan sekali apa yang Nina alami. Yang penting Nina harus ikhlas, sabar, sekaligus yakin bahwa pengorbanan, perhatian dan rasa berbakti pada mama akan ada hikmahnya dan Allah akan memberi jalan.

Barangkali yang harus kita sikapi dengan bijak dan ikhlas adalah manakala Allah memilihkan sesuatu untuk kita yang menurut kita jelek. Saat kita merasa sesuatu itu baik, tapi tidak menurut Allah, dan Allah tidak memilihkannya untuk kita.

Tentang orang yang ikhlas ini, Allah berfirman yang artinya, "Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitapiun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", (Q.S. 9 : 91).

HANYA ORANG ORANG YANG HUSNUDHON (POSITIVE THINKING) KEPADA ALLAHLAH YANG AKAN MENJADI PEMENANG, MANAKALA IA BERJIWA BESAR, BERsayaUKUR DAN SEMANGAT DALAM MENERIMA DAN MENJALANI APAPUN YANG ALLAH PILIHKAN UNTUKNYA. Di balik semua apa yang dipilihkan Allah, terdapat mutiara yang kita tak menyadarinya. Semua itu karena menggunakan formula dan format Allah.

Tentang pekerjaan dan jodoh, yakinlah bahwa dengan keadaan Nina sekarang, Allah justeru akan memberikannya dengan mudah. Allah akan mendatangkan rizki, pekerjaan dan jodoh dengan mudah sembari Nina berbakti pada Mama. Karena keridhaan Mama, maka Allah pun akan ridha dan memberikan kemudahan dan keberkahan-Nya.

Adapun do’a yang bisa diamalkan adalah :

1. Selalu baca istighfar

2. Berdo’a : "Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku. perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku dan jadikan hidup ini tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikan kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan". ( H.R. Muslim).

3. Berdo’a : "Robbi anzilni munzalan mubarokan wa anta khairul munzilin", ("Ya Robb, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah Sebaik-baik Pemberi Tempat"), (Q.S. 23 : 29).

4. Berdo’a : "Bismillahi ‘ala nafsi wama li wadini. Allahumma rodhdhini biqodhoika wabarik li fima qurrira hatta la uhibba ta’jila ma akhharta wala ta’khira ma ‘ajjalta", ("Dengan nama Alllah, atas diriku dan hartaku dan agamaku. Ya Allah relakanlah hatiku menerima putusan-Mu dan beri berkatlah bagiku pada apa-apa yang ditakdirkan, sehingga tiada aku kasihi menyegerakan apa-apa yang Engkau undurkan dan tidak pula mengundurkan apa-apa yang Engkau segerakan").

Good luck ya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, karunia, keberkahan dan perlindungan pada Nina dan keluarga. Forever...


Wassalamu'alaikum wr. wb.

==========

AWA SUMANTRI, lebih dikenal dengan sebutan Ustadz Awa Motivator Cinta, atau Ustadz AMC, lahir di Dusun Malar Aman, Kabupaten Kuningan, 17 Juni 1975. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurusan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia ini juga aktif mondok di pesantren, termasuk pesantren salaf Ciwaringin Cirebon.

Dalam rentang 8,5 tahun, dia pernah bekerja dan mengajar di LM Patra, PT. Limabelas Manunggal Paramitra, mengajar di STIE Tunas Patria, PT. Infomedia Nusantara (Telkom Group), Harita Group (perusahaan pertambangan Nikel, Bauksit, Batubara, Emas), dan PT. Multibangun Adhitama Konstruksi (Multikon), sebuah perusahaan kontraktor high rise building. Kini penulis bekerja di PT. MitraBuana JayaLestari sebagai Manager HRD.

Awa menjalani aktivitas utama sebagai motivator Cinta, tentu dalam perspektif agama. Namun, konsultasi apa pun tak pernah ditolak oleh ustad Awa. "Semua bagian dari dakwah, demi kebaikan," katanya.

Untuk pembaca yang ingin berkonsultasi, silakan mengirimkan email ke: redaksi@suaramerdeka.com

 

(/AAM)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 17:07 wib
Dibaca: 18
image
24 Mei 2012 | 16:00 wib
Dibaca: 144
image
24 Mei 2012 | 15:02 wib
Dibaca: 235
image
24 Mei 2012 | 14:04 wib
Dibaca: 381
image
24 Mei 2012 | 13:00 wib
Dibaca: 222
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER