panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Februari 2007 | 13:43 wib
Karya Seno Gumira Ajidarma
NagaBumi (25)
image

Kitab 1: Jurus Tanpa Bentuk

Kurasakan debum kaki gajah yang melangkah menuju ke gedung pengadilan, tempat orang-orang yang melanggar hukum diadili. Aku tidak habis pikir betapa peradaban tidak pernah menghapuskan kejahatan sama sekali. Seseorang bahkan tidak perlu bergabung dengan golongan hitam untuk melakukan kejahatan. Orang-orang awam yang tidak berilmu melakukan kejahatan dengan nekat -mungkinkah karena segala bidang pekerjaan telah dikuasai orang-orang berilmu? Kalau orang awam tidak mampu menjadi pandai besi, pandai emas, pandai kayu, ataupun tukang jagal, mengapa mereka tidak mencari ikan, membajak di sawah, atau menjadi kuli?

Ketika menyamar sebagai tukang batu yang membangun candi jinalaya Kamulan Bhumisambhara aku pernah ditugaskan untuk memasang bagian-bagian gambar adegan perampokan. Tergambarkan dalam gambar di dinding itu seorang penjahat berwajah seram menyerang tiga orang sambil memegang pisau. Satu orang digambarkan jatuh dan kedua orang lain menghindar ketakutan sambil membela diri dari serangan. Digambarkan pula betapa barang-barangnya sebagian terbawa dan sebagian lagi jatuh ke tanah 6). Memang banyak perampokan di jalur perdagangan, sedangkan peradaban tidak akan hidup tanpa jalur perdagangan tersebut, dan di jalur itulah perampok menanti di daerah terpencil, daerah perbukitan, daerah perhutanan, dan di daerah muara sungai yang berdelta 7).

Kuingat pula ketika menyamar sebagai sais pedati pengangkut barang, di antara dua desa aku pernah dicegat para perampok yang tiba-tiba muncul dari balik pohon beringin. Mereka menyerang serabutan ke arahku yang sedang mengangkut berkarung-karung beras. Segera kuraup segenggam beras dari salah satu karung yang terbuka dan kulemparkan ke arah mereka. Bulir-bulir beras itu menotok berbagai jalan darah tertentu pada tubuh, sehingga para perampok yang kurang makan itu langsung lemas tanpa daya dan terpuruk seperti karung yang kosong.

"Orang tua! Untuk apa bersujud terus, rombongan rakryan mapatih 8) itu sudah lewat!"

Aku beranjak. Orang-orang tersenyum.

"Orang tua pikun! Kenapa bisa dicambuk seperti itu?"

Waktu aku bersujud tentu saja seluruh punggungku yang bersimbah darah dan melengketkan kain baju koyak moyak itu pada kulit terlihat jelas. Namun aku segera ditinggalkan sendirian lagi, karena keberadaan seseorang yang dihukum rupa-rupanya bukan sesuatu yang harus membuat seseorang berhenti di jalan.

Di depan umbul-umbul aku menengok ke sana kemari. Di manakah rumah tabib? Kutanyakan kepada seorang perempuan tua yang kepalanya berserban dan dadanya bergelayutan.

"Tabib? Dukun maksudmu? Masuk saja ke dalam pura itu."

Aku melangkah masuk. Seorang perempuan tua lain, yang kali ini kepalanya tidak berserban, tetapi dadanya juga bergelayutan, menyambutku.

"Orang tua, dikau mau berobat? Masuklah ke pintu itu."

Aku melewati halaman tempat anak-anak dengan hidung ingusan bermain-main telanjang bulat. Banyak sekali anjing berkeliaran di mana-mana. Bahkan ada yang sedang berkelahi memperebutkan sepotong dendeng yang jatuh dari jemuran di atas atap.

Kusingkap tirainya. Tidak ada orang. Namun dari balik dinding terdengar suara perempuan mengerang-erang kesakitan, disambut suara lelaki membentak-bentak.

"Bacakan! Bacakan!"

Terdengar suara perempuan lain, membaca dengan terbata-bata.

"Setelah menekan dalam bejana berbentuk onta, janin abortus dari semua varna atau bayi mati di kuburan-lemak yang dihasilkan dari itu memungkinkan berjalan tanpa lelah sejauh seratus yojana." 9)

Mendengar itu aku langsung menghilang. Berkelebat ke atas genting dan turun lagi di lorong bertembok bata merah di luar pura. Meski aku mampu menghilang dengan cepat, aku tidak mau pengawal rahasia istana yang bertugas membuntuti kehilangan jejakku. Kulihat ia baru mau masuk ke dalam pura.

Kulempar pecahan genting agar dia menoleh. Sebelum dia menoleh aku sudah melangkah gontai ke arah sebaliknya dengan penuh makian dalam hati. Sudah makan asam garam kehidupan begini, hampir saja aku terjerumus ke dalam dunia mengerikan tersebut. Padahal aku hanya perlu seseorang untuk mengoleskan obat ke punggungku.

Tentu aku masih ingat nasihat-nasihat Kautilya untuk menipu musuh-musuh negara melalui ilmu gaib yang tidak pernah bisa diperiksa benar tidaknya! Seperti terdapat dalam Buku Keempatbelas : Mengenai Cara-cara Rahasia pada Bab 2 Bagian 177, yakni "Praktik-praktik Rahasia untuk Menghancurkan Pasukan Musuh". Dalam campuran racun untuk membunuh musuh misalnya terdapat ramuan seperti ini: Bubuk kodok bertutul, serangga kaudinyaka dan krkana, pancakustha dan kelabang, bubuk uccidinga, kambali, satakanda, dihma dan kadal, bubuk cicak, reptil buta, karakntaka, serangga bau, dan gomarika, yang bercampur dengan air bhallataka dan avalguja, menyebabkan mati secara langsung, atau disebabkan oleh asapnya.

Dari ramuan seperti ini, aku tidak menolak kemungkinannya membuat orang mati. Namun aku tidak akan pernah bisa mengerti kenapa reptil yang disebutkan itu harus buta matanya dan serangganya pun bau? Kukira itulah khayalan para dukun.

Perhatikan ini juga misalnya: Campuran kadal dan cicak menimbulkan lepra, yang sama dicampur dengan isi perut kodok berbintik dan madu menimbulkan sakit kandung kencing, dicampur dengan darah manusia menimbulkan sakit paru-paru.

Catatan:
6) Dari relief Candi Borobudur seri O.10, dibahas dalam Nastiti, op. cit., h. 98.
7) Boechari, M., "Perbanditan di dalam Masyarakat Jawa Kuna" (1986), melalui Nastiti, ibid., h. 97.
8) Anak-anak raja, tetapi bukan putra mahkota, Boechari melalui Nastiti, ibid., h. 36.
9) Kutipan dari "Menipu (Dengan Cara Ilmu Gaib)" dalam Kautilya, op, cit., h. 661.

 

Sebelumnya:

- Nagabumi (24)
- Nagabumi (23)
- Nagabumi (22)
- Nagabumi (21)
- Nagabumi (20)
- Nagabumi (19)
- Nagabumi (18)
- Nagabumi (17)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
24 Mei 2012 | 16:00 wib
Dibaca: 141
image
24 Mei 2012 | 15:02 wib
Dibaca: 230
image
24 Mei 2012 | 14:04 wib
Dibaca: 381
image
24 Mei 2012 | 13:00 wib
Dibaca: 218
image
24 Mei 2012 | 12:01 wib
Dibaca: 280
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER