panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
05 September 2014
Kemdikbud Hanya Memonitor
  • Distribusi Buku Kurikulum 2013

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim menegaskan, sejatinya tugas pemerintah dalam hal pengadaan dan distribusi Kurikulum 2013 sebatas melakukan monitoring dan evaluasi (monev). "Dalam mekanisme pengadaan dan distribusi buku pada dasarnya ada empat pihak yang mempunyai tugas, yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang- /Jasa Pemerintah (LKPP), penyedia dalam hal percetakan, dinas pendidikan, dan sekolah. Tugas Kemdikbud hanya melakukan monev," kata Musliar di Gedung Kemdikbud, kemarin.

Dia menjelaskan, tugas LKPP adalah menentukan pemenang tender dan melakukan kontrak payung dengan pihak penyedia. Tugas dan tanggung jawab penyedia menerima pesanan, mencetak, mengirim, serta menerima pembayan buku. Dinas pendidikan, lanjut dia, memastikan semua sekolah di wilayahnya telah memesan buku dan menerima buku. Sementara sekolah, melakukan pemesanan buku serta membayar sesuai pemesanan. "Sebenarnya awal keterlambatan distribusi buku, karena sekolah kurang aktif dalam melakukan pemesanan, sementara dinas kurang optimal dalam melakukan pengawasan dan kontrol. Tapi, kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa dan sudah berikan solusi dengan memberikan CD (compact disc) ke sekolah agar bisa digandakan sendiri sesuai kebutuhan," imbuhnya.

Efektif Meski diakui ada keterlambatan, pihaknya menilai pengadaan buku melalui mekanisme LKPP efektif dan efisien. "Kami di kementerian merasa lebih enak dengan sistem LKPP. Tapi, memang ini sistem yang baru kita lakukan untuk pengadaan buku pelajaran," ujarnya. Dia menyebutkan, untuk pengadaan buku kurikulum semester II akan menggunakan dana DAK yang ada di daerah masing-masing. Sebagian besar daerah akan tetap melakukan pengadaan buku melalui LKPP. "Sebanyak 404 kabupaten/- kota tetap memilih cara LKPP untuk pengadaan buku, 55 kabupaten/ kota memilih pengadaan mandiri, 51 lainnya belum memberikan konfirmasi. Kami persilakan jika daerah mau mencetak sendiri," ungkap mantan Rektor Universitas Andalas itu. Terkait dengan keterlambatan buku, menurutnya, sudah ada sekitar 2,9 orang yang mengunduh buku atau materi ajar kurikulum dari website belajar.- kemdikbud.go.id. Dengan demikian, dia memastikan keterlambatan pendistribusian tidak akan mengganggu proses pembelajaran, jika sekolah atau dinas memiliki niat. "Kami memantau sudah lebih dari 2,9 juta orang yang mengunduh buku kurikulum," kata Musliar. (K32-37)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER