panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
05 September 2014
Terindikasi Lakukan Pencucian Uang
Perasan Jero untuk Pencitraan
  • Staf Khusus Dicegah ke Luar Negeri

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut dana Rp 9,9 miliar yang diduga dikorupsi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik digunakan untuk tiga kepentingan. Salah satunya pencitraan.

”Dana itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, pihak ketiga, dan pencitraan JW (Jero Wacik),” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, kemarin.

Namun, dia belum bersedia menjelaskan lebih rinci tentang tiga kepentingan tersebut. Demikian pula soal pihakpihak yang diduga diperas Jero, Bambang masih merahasiakan. Namun, dalam pengusutan kasus itu, KPK telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk istri dan anak Jero, Triesnawati dan Ayu Vibrasita.

Untuk mengusut dugaan aliran dana kepada pihak ketiga, KPK langsung melacak aset Jero Wacik. Selain itu, KPK juga meminta laporan hasil analisis (LHA) kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”Yang biasa dilakukan (setelah menetapkan tersangka) adalah asset tracing (pelacakan aset). Sekarang dalam proses pelengkapan,” ungkap Kepala Biro Humas KPK Johan Budi.

Dia menambahkan, permintaan LHA kepada PPATK untuk menelusuri sejauh mana transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan tersangka Jero Wacik. Jika ditemukan transaksi mencurigakan, maka itu dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. ”Itu biasa dilakukan KPK, tapi terlalu dini kalau kita menyebut mengarah ke TPPU,” ujarnya.

Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan, pihaknya telah menyerahkan LHA atas tersangka Jero Wacik, beberapa waktu lalu. Menurut Agus, secara prinsip jika PPATK menerbitkan LHA, maka ada indikasi TPPU. Namun ketika ditanya tentang transaksi mencurigakan Jero, Agus enggan menjelaskan. ”Saya tidak ingin mengganggu proses di KPK,” ujarnya. Menyangkut pemeriksaan Jero, Johan mengatakan, belum dijadwalkan. Penyidik akan memeriksa para saksi terlebih dahulu.

Surat Pencegahan

Menyusul penetapan tersangka terhadap Jero Wacik, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan surat cegah atas yang bersangkutan. Surat tersebut dikeluarkan atas permintaan KPK. Imigrasi mengeluarkan surat yang sama atas nama I Ketut Wiryadinata. Pria kelahiran Tabanan Bali 30 Mei 1951 itu merupakan staf khusus Menteri ESDM. ”Cegah berlaku selama enam bulan,” jelas Humas Ditjen Imigrasi Heriyanto.

Berdasarkan penelusuran, Jero Wacik dan Ketut merupakan teman sejak 1962 ketika mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Keduanya kenal karena kedekatan kedua keluarga. Keduanya sama-sama kuliah di Institut Teknologi Bandung, meski berbeda jurusan dan angkatan. Jero alumnus ITB angkatan 1970 jurusan Teknik Mesin, sedangkan Ketut adalah alumnus ITB angkatan 1971 Jurusan Ekonomi.

Ketut menjadi staf khusus sejak 2006 saat Jero menjabat menteri Pariwisata dan Kebudayaan. Faktor lain yang mendekatkan mereka, Jero dan Ketut sama-sama suka bermain golf. Jero Wacik adalah ketua Persatuan Golf Indonesia 2004-2010.

Di lain pihak, pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para menteri dari Partai Demokrat di Puri Cikeas, semalam, batal. Belum diketahui apakah pertemuan tersebut akan tetap diadakan atau tidak. Semula pertemuan yang diagendakan menyusul penetapan tersangka terhadap Jero Wacik itu itu direncanakan digelar pukul 20.00 di kediaman SBY.

Namun hingga pukul 21.00 belum ada satu pun pejabat yang hadir. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan membenarkan pembatalan tersebut. ”Tidak jadi,” ujar Syarief melalui pesan singkat. Jero Wacik ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (3/9), atas dugaan pemerasan dan penyalahgunaan kewenangan. Pemerasan tersebut dilakukan Jero untuk menambah dana operasional menteri (DOM).

Dari hasil pemerasan, Jero diduga berhasil mengumpulkan dana Rp 9,9 miliar. Upaya peningkatan DOM itu dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan yang bersumber dari kick back atau imbal balik dari perusahaan-perusahaan yang menggarap proyek di Kementerian ESDM. Kemudian, mengumpulkan dana dari rekanan dan menyelenggarakan rapat-rapat yang ternyata fiktif. (J13,ant,dtc-59)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER