panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
05 September 2014
Lintas Jagat
Prayuth Resmi Memerintah

BANGKOK- Kabinet baru militer Thailand bertemu dengan Raja Bhumibol Adulyadej di Bangkok, Kamis (4/9) kemarin. Pertemuan tersebut menandai awal resmi pemerintahan yang akan menghabiskan masa kekuasaan setidaknya selama setahun.

Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan, dia ingin masa satu tahun reformasi itu menghasilkan pemilu pada akhir 2015 mendatang. Namun sejumlah pengamat mengatakan ada tanda-tanda yang menunjukkan pemindahan kekuasaan bakal ditunda.

Prayuth yang memimpin kudeta pada 22 Mei lalu, saat ini dia menjabat sebagai perdana menteri Thailand. Pihak istana mengatakan, Prayuth beserta anggotanya menghadap Raja Bhumibol (86) di rumah sakit Siririj di Bangkok. (rtr-wul-66)

Dikuliti Mantan Pasangan

PARIS - Presiden Prancis Francois Hollande kembali menjadi sorotan publik setelah Valerie Trierweiler, mantan pasangannya, menggambarkannya sebagai sosok yang tidak prorakyat miskin. Dalam buku yang ditulis, Valerie mengatakan bahwa mantan pemimpin Partai Sosialis itu dengan sengaja menggambarkan rakyat miskin sebagai kaum renta.

Hollande mengakhiri tujuh tahun hubungannya dengan Valerie setelah hubungan gelapnya dengan Julie Gayet, artis berusia 42 tahun, terungkap ke publik. Wartawati berusia 49 tahun itu bersumpah tidak akan tinggal diam dengan pengkhianatan Hollande. "Dia mencitrakan dirinya sendiri sebagai pria yang membenci kaum kaya. Namun dalam kenyataannya, sang presiden tidak menyukai kaum miskin,” kata Valerie. (rtr-mn-66)

Korban Tewas Ebola 1.900

JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 1.900 orang di kawasan Afrika Barat tewas akibat terinfeksi virus ebola. Sementara itu, lebih dari 3.500 orang positif dinyatakan atau kemungkinan terjangkit penyakit mematikan tersebut. Mereka tersebar di tiga negara yaitu Guinea, Sierra Leone, dan Liberia. Kepala WHO, Margaret Chan, mengatakan penyebaran penyakit jauh lebih cepat dibanding upaya pengendaliannya. "Kini keduanya seolah bersaing," kata Chan.

Hal itu ditandai lebih dari 40 persen kematian yang telah terjadi dalam tiga pekan terus terjadi hingga tanggal 3 September. Bahkan epidemi kali ini, imbuh Chan, justru jauh lebih parah, besar dan paling kompleks dalam 40 tahun terakhir. "Belum pernah ada, bahkan mereka yang menanggulangi penyakit, melihat sesuatu seperti ini," kata dia. Untuk bisa mengendalikan penyakit ini, dibutuhkan setidaknya 600 juta dolar AS atau Rp7 triliun. (bbc-mn-66)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER