panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
05 September 2014
Presiden Terpilih Diminta Koreksi Jaminan Kesehatan

JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) diminta mengoreksi dan memperbaiki kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di bidang jaminan sosial kesehatan.

Sebab, banyak hal yang belum selesai dijalankan SBY selama dua periode pemerintahannya. Menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, salah satu kegagalannya adalah tidak melaksanakan isi UU 40/2004 tentang SJSN yang mewajibkan SBY untuk menyelesaikan UU BPJS dan regulasi operasionalnya paling lambat 5 tahun sejak UU 40/2004 disahkan (20 Oktober 2004). ”Faktanya, UU BPJS disahkan 28 Oktober 2011,” tandasnya.

Begitu juga regulasi operasional BPJS Kesehatan yang diwajibkan UU 24/2011 harus diselesaikan paling lambat satu tahun setelah UU tersebut ditandatangani (25/ 11/2011), atau regulasi operasional BPJS Ketenagakerjaan yang harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak 25 November 2011.

Lima Persen

”Sampai saat ini RPP Pensiun belum juga selesai. Padahal SBY mau turun dua bulan lagi,” tambah Timboel. Akibat kegagalan pembuatan regulasi tepat waktu, kata dia, mengakibatkan sosialisasi tidak berjalan baik. Akhirnya, banyak rakyat yang tidak tahu BPJS terutama bidang kesehatan.

Dari sisi kepesertaan, masih banyak rakyat miskin yang belum tercakup BPJS Kesehatan, terutama mereka yang di-cover Jamkesda. Dari sisi anggaran, kata dia, untuk penerima bantuan iuran (PBI), seharusnya SBY patuh pada UU 36/2009 tentang Kesehatan yang mewajibkan pemerintah menganggarkan minimal 5% dari total APBN untuk kesehatan, di luar gaji pegawai.

”Selain itu, SBY tidak membekali BPJS Kesehatan dengan modal yang cukup,” kata dia. Padahal, lanjut Timboel, UU 24/2011 memerintahkan APBN mendukung modal awal BPJS masing-masing paling banyak Rp 2 triliun, tetapi BPJS hanya diberi Rp 500 miliar. ”Harusnya SBY memberikan modal awal Rp 1,5 triliun untuk membenahi infrastruktur BPJS Kesehatan, seperti kantor, perekrutan SDM, jaringan IT, dan sebagainya.” (F4-25)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER