panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
04 September 2014
PKL Jensoed Mau Direlokasi
  • Diundang Dialog dengan Bupati

PURWOKERTO - Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto menyatakan menolak tawaran relokasi dari Pemkab Banyumas. Namun, mereka tidak keberataan jika dilakukan penataan secara bertahap dengan tetap berjualan di lokasi semula.

Hal itu terungkap dalam dialog antara perwakilan dari Paguyuban PKL Jensoed (PPKL) dan Bupati Achmad Husein serta sejumlah SKPD terkait di ruang Salon Pendapa Si Panji, Selasa (2/9) malam.

Ketua Paguyuban PKL Jensoed, Dede Yayat, mengatakan pihaknya tetap mengajukan solusi model penataan, bukan relokasi. Penataan yang diajukan meniru konsep PKL Jl Malioboro Yogyakarta. ''Kami minta untuk tetap bisa berjualan di sini (Jensoed), karena kami sudah berjualan di kawasan ini selama 25 tahun,'' katanya.

Untuk penataan, lanjut dia, sejak dulu dari paguyuban maupun anggota PKL tidak keberataan. Asalkan dalam prosesnya tetap dilibatkan. ''Kalau penataan tidak masalah, tetapi kalau direlokasi kami belum bisa menerima,'' tegasnya

 Dalam dialog tersebut, Bupati berulang kali membujuk agar PKL Jensoed bersedia direlokasi di tempat yang sudah disediakan dengan kondisi yang lebih baik. Relokasi yang ditawarkan juga tidak langsung serentak, namun bertahap.

Akhirnya Bersedia

Awalnya dijawab tidak siap, namun akhirnya semua yang datang menyatakan bersedia ditata secara bertahap. ''Pemindaha juga dilakukan untuk satu atau dua PKL terlebih dahulu dan ditempatkan di lokasi yang lebih baik. Kalau langsung 53 PKL tidak mungkin, karena keterbatasan tempat,'' kata Bupati.

Dalam relokasi secara bertahap itu, Husein berjanji akan menempatkan PKL Jensoed di tempat yang lebih layak dan lebih strategis untuk berjualan.  Jika sebaliknya di tempat berjualan yang baru ternyata tidak sesuai dengan keinginan dan tidak seramai yang ada di Jensoed, mereka boleh kembali berjualan di Jensoed.

''Kita samakan niat dulu untuk menata kawasan Jensoed supaya lebih tertib dan indah. Penataan di jalur itu tentunya harus dilakukan, karena kawasan tersebut memang untuk pejalan kaki. Tahap awal mungkin akan kita tata terlebih dahulu, supaya terlihat lebih rapi. Setelah itu baru relokasi secara bertahap dilakukan,'' jelasnya.

Dia juga berjanji akan menjamin pendapatan PKL lebih dari Rp 50.000 per hari. Kalau pendapatannya tidak mencapai besaran tersebut, yang telah dipindah juga diperbolehkan untuk kembali menempati lapak semula di Jensoed.(G22-17,58)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER