panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
03 September 2014
Malam Hari, Jalur Tengah Makin Berbahaya

SLAWI - Pengguna jalan seperti pengendara sepeda motor dan mobil pribadi merasa waswas saat melintasi jalur tengah dari Slawi-Prupuk-Bumiayu, khususnya pada malam hari. Selain karena kondisi jalan yang gelap gulita, beberapa ruas jalan juga tengah dilebarkan. Seiring dengan pemberlakuan waktu operasional kendaraan berat yang diperbolehkan melintas pada pukul 21.00-05.00, kondisi arus lalu lintas juga makin ramai pada malam hari. Kendaraan yang lebih kecil pun harus berhati-hati. Berdasarkan pantauan, di ruas Jembayat-Margasari misalnya, terdapat proyek penggalian untuk pembangunan fondasi pelebaran jalan. Galian cukup dalam, sehingga membahayakan para pengguna jalan yang melintas. "Ada galian yang cukup dalam dan panjang di beberapa titik. Salah satunya di depan Pasar Margasari. Kami meminta pelaksana proyek untuk memasang rambu-rambu yang mudah terlihat agar pengguna jalan berhati-hati," kata Kusnoto, pengendara sepeda motor yang melintas.

Jalan Nasional

Dia mengakui, beberapa ruas jalan yang sudah dilebarkan membuat nyaman pengguna jalan karena tidak harus terlalu menepi jika harus berpapasan dengan bus atau kendaraan berat pada malam hari. Meski demikian, di ruas jalan seperti di alas Balapulang, ruas Pendawa Lebaksiu, kondisi jalan sangat sempit. Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas Slawi-Batas Banyumas Bina Marga Jateng Simbolon mengemukakan, ruas jalan Slawi-Prupuk di Kabupaten Tegal mulanya memang merupakan ruas jalan provinsi dengan lebarnya hanya enam meter. Kondisi tersebut kerap menyebabkan arus lalu lintas tersendat, khususnya di depan Pasar Margasari.

Hal itu diperparah dengan banyaknya pedagang di tepi jalan, lokasi parkir yang kurang tertata, dan merebaknya kendaraan umum yang berhenti di sana. Simbolon menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir, ruas jalan tersebut sudah menjadi jalan nasional, sehingga secara bertahap akan dilebarkan. "Dengan kondisi jalan yang cukup sempit, memang kurang mendukung arus lalu lintas untuk jalan nasional. Karena itu, jalan yang semula hanya selebar enam meter, secara bertahap akan dilebarkan menjadi sekitar 8,4 meter," urainya. (K22-60,48)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER