panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Teknologi
25 Agustus 2014
Mengapa Ponsel Bisa Meledak
  • Sulistiyo Suparno

Kasus ponsel meledak karena mengalami gangguan pada baterai sering terjadi dalam setahun terakhir ini. Tiongkok merupakan negara yang paling sering mengalami insiden ponsel meledak.

Kasus semacam itu juga tidak jarang terjadi di sejumlah negara di benua Amerika dan Eropa. Ponsel Samsung Ga­laxy S4 milik Ariel Tolfree (13) dari Texas, AS, meleleh hingga menyebabkan tempat tidurnya terbakar pada Juli 2014 lalu.

Pihak Samsung yang menyelidiki kasus tersebut menemukan fakta bahwa Ariel menggunakan baterai yang tidak dire­komendasikan oleh vendor alias non-orisinal.

Pada 2013 di Swiss, ponsel Samsung Galaxy S3 milik Fanny Schlatter (18) juga meledak karena menggunakan baterai non-orisinal. Sementara di Tiongkok, setiap tahun selalu muncul kasus ponsel meledak karena penggunaan baterai abal-abal.

Bagi ponsel, keberadaan baterai ibarat darah. Dia bertugas menghidupkan rangkaian elektronik yang telah tersusun agar bisa bekerja sesuai rancangan yang telah dibuat.

Kita mengenal empat jenis baterai ponsel yang pernah dan masih dipakai hingga sekarang, yakni Nickel Cadmium (NiCad), Nickel-Metal Hydride (NiMH), Lithium-Ion (Li-Ion), dan Lithium Polymer (Li-Po).

Sebelum ponsel ditemukan, jenis-jenis baterai tersebut dipakai untuk peralatan elektronik lainnya, seperti Handy Talkie (HT).

Baterai NiCad terbuat dari campuran Nikel dan Cadmium serta kali pertama diproduksi pada 1946. Keunggulannya adalah ringan, lebih awet, pengisian efisien, dan hambatan internal kecil sehingga tegangannya stabil. Tegangan baterai NiCad adalah 1,2 volt dengan kecepatan penurunan energi 10% per bulan.

Kelemahannya, ongkos produksi mahal. Kapasitas berkurang bila baterai tidak dikosongkan (memory effect). Artinya, daya baterai harus kosong dulu sebelum diisi ulang (recharge).

Selain itu, baterai jenis NiCad juga beracun sehingga membahayakan ling­kungan. Baterai jenis ini sudah tidak dipakai lagi karena telah ditemukan jenis baterai yang lebih modern.

Terus Disempurnakan

Sedangkan baterai jenis NiMH diproduksi pada 1960 dan merupakan penyempurna baterai NiCad. Kapasitas penyimpanan energi NiMH 2-3 kali lebih besar dari NiCad, memory effect sudah berkurang, dan tidak menggunakan senyawa kimia sehingga relatif aman bagi lingkungan.

Tegangan baterai NiMH adalah 1,2 volt dengan kecepatan penurunan energi 30% per bulan. Meski sudah mulai ditinggalkan, beberapa ponsel masih menggunakan baterai NiMH, seperti Huawei ETS2028 yang dipakai oleh operator CDMA Ceria.

Baterai jenis Li-Ion diperkenalkan pada 1980. Bentuknya sangat fleksibel, ringan, dan memory effect sangat kecil. Kelebihan baterai Li-Ion adalah bisa diisi ulang (recharging) kapan saja tanpa perlu menunggu sampai habis seperti pada baterai NiCad.

Tegangan baterai Li-Ion adalah 3,6-3,7 volt. Jika disimpan dalam kondisi penuh, kecepatan penuruan energinya hanya 5% per bulan. Kekurangannya adalah umur pakai tergantung pada frekuensi recharging.

Baterai Li-Ion sanggup diisi ulang 400-500 kali atau setara pemakaian selama dua tahun tanpa memandang durasi tiap peng­isian. Meskipun diisi lima menit, tetap dihitung satu kali charging. Sebaiknya mengisi ulang baterai Li-Ion saat daya mendekati habis, untuk memperpanjang usia baterai.

Baterai Li-Po merupakan pengembangan dari Li-Ion dan mulai dipakai untuk peralatan elektronik genggam (gadget) seperti ponsel sejak 1996. Ongkos produksi Li-Po lebih murah dibanding Li-Ion serta awet dan tidak gampang rusak.

Tegangan baterai Li-Po adalah 3,7 volt dengan kecepatan penurunan energi 5% per bulan. Kapasitas penyimpanan energi Li-Po 20% lebih tinggi dibanding Li-Ion, serta 300% lebih tinggi dibandingkan daya simpan NiCad dan NiMH.

Meski baterai Li-Po lebih murah biaya produksinya dan kemampuannya lebih baik dibanding baterai-baterai jenis terdahulu, baterai jenis ini masih jarang dipakai untuk ponsel-ponsel masa kini. Para vendor lebih memilih baterai Li-Ion karena memang paling mudah dicari dan mereknya pun sangat banyak.

Tanpa Pemutus Arus

Konsumen sering menyebut baterai dengan istilah baterai orisinal dan non-orisinal. Baterai orisinal (ori) adalah baterai yang resmi dikeluarkan vendor untuk ponsel tipe tertentu.

Baterai non-orisinal (non-ori) merupakan baterai yang dibuat oleh pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan produsen ponsel. Harga baterai ori lebih mahal karena kualitasnya terjaga dan dapat diandalkan.

Harga baterai non-ori lebih murah karena ada beberapa hal yang dikorbankan, seperti pengurangan margin keuntungan, mengurangi kapasitas (daya tahan), dan menghilangkan pemutus arus (battery charge controller), komponen kecil dalam baterai untuk menghentikan proses peng­isi­an jika baterai telah penuh.

Tanpa adanya pemutus arus, baterai ber­i­siko panas berlebih bahkan bisa me­ledak. Perlu ekstra hati-hati bila melaku­kan peng­isian ulang baterai non-ori. Tiongkok adalah negara yang paling sering mengalami kasus baterai ponsel meledak karena mayoritas baterai non-ori memang berasal dari negara itu.

Berikut ini beberapa tips untuk menghindari ponsel meledak. Jangan melakukan isi ulang baterai di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti kasur atau ranjang, apalagi bensin. Hindari menelepon ketika sedang melakukan isi ulang baterai.

Jika merasakan panas berlebih pada perangkat, khususnya ketika sedang diisi ulang, segera lepaskan perangkat dari charger dan dari colokan listrik. Kalau tidak memungkinkan, usahakan untuk menjauh dari perangkat Anda.

Berbeda dari baterai berbasis Nickel, Li-Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (discharge/deep discharge). Segera isi ulang baterai jika kapasitas daya sudah mencapai 25%.

Hindarkan baterai dari paparan panas tinggi, seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena paparan langsung sinar matahari.

Hindari menggunakan charger nonstandar yang tidak sesuai spesifikasi kecuali Anda mengerti dengan baik bahwa daya yang dihasilkan oleh charger itu cocok dengan ponsel Anda. Penggunaan charger nonstandar bisa mengakibatkan kerusakan pada rangkaian pengaman baterai. (38)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER