panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Gerbang
23 September 2012
Satu Jam, Purbalingga-Jakarta
PADA zaman orde baru, (alm) Soesilo Sudarman menyebut Purwokerto sebagai Kota mrekingkong. Menurut mantan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) itu, Purwokerto serba sulit dijangkau, padahal banyak potensi luar biasa.

Ungkapan Soesilo tersebut memang bisa dimaklumi, karena dia menggunakan Jakarta sebagai tolok ukur. Dibanding Surabaya, Purwokerto memang lebih dekat dengan Jakarta. Tapi perjalanan Jakarta-Surabaya lebih mudah, karena ada transportasi udara.

Sindiran menteri asli Cilacap (eks Karesidenan Banyumas) sekitar tahun 1990-an itu, kini dijawab Bupati Banyumas Mardjoko. Tidak lama lagi, bersama sedikitnya lima kepala daerah (Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen dan Wonosobo), mereka akan menyulap Lapangan Udara (Lanud) Wirasaba, Purbalingga menjadi bandara komersial.
Kepala Bappeda Banyumas, Djoko Wikanto memiliki pemikiran sederhana menyahut kritik Soesilo Sudarman. ‘’Yang jadi persoalan memang transportasi, bukan jarak. Orang Jakarta lebih cepat ke luar Jawa ketimbang ke Purwokerto atau Karesidenan Banyumas,’’ katanya.

Dia menuturkan, Purwokerto (Banyumas) dan Purbalingga secara geografis memang strategis. Karena itu keinginan kuat Bupati Mardjoko mengembangkan Lanud menjadi bandara komersial, langsung direspons serius oleh para pemimpin daerah di sekitarnya, termasuk sebagian Kedu dan Pantura atau Jawa Tengah Barat (Bakorwil III).
‘’Dari Jakarta ke Purwokerto (Banyumas) jalan darat paling cepat 7-8 jam. Kalau menggunakan kereta api, sekitar 4,5 jam. Tapi kalau naik pesawat, hanya 45 menit sampai 1 jam,’’ kata Djoko.

Sudah puluhan kali pertemuan nonformal dilakukan oleh kepala daerah di wilayah Bakorwil III. Yakni selain Karesidenan Banyumas, ada Wonosobo, Kebumen, Kota dan Kabupaten Tegal, Kota dan Kabupaten Pekalongan plus Pemalang dan Brebes. Ujungnya, adalah lampu hijau dari TNI AU sebagai ‘pemilik’ lanud.
Lampu hijau diteruskan dengan kunjungan kerja Pangkoops AU, Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito, awal September kemarin. ‘’Pada intinya TNI AU sudah memberikan green light (lampu hijau). Kami mendukung, kalau soal konsep pengembangan kita akan bicarakan,’’ kata dia di sela-sela ramah tamah dengan lima kepala daerah.

Bupati Mardjoko sebagai juru bicara kepala daerah, sudah memaparkan peta potensi ekonomi, pendidikan, investasi dan sebagainya di hadadapan Kepala Staff TNI AU.  ‘’Saya datang langsung menghadap dengan lima kepala daerah, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Wonosobo,’’ kata Mardjoko.

Dukungan

Pada saat pembangunan Waduk Mrica di Banjarnegara, lanud ini konon juga pernah dijadikan bandara untuk pesawat sipil.
Masih menurut Mardjoko saat paparan di TNI AU, dukungan agar Lanud Wirasaba dikembangkan komersil mengalir dari berbagai pihak. Selain kepala daerah, ada juga Penanam Modal asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) termasuk calon investor.

‘’Purbalingga merupakan pusat wig terbesar di dunia dan banyak PMA sudah menyatakan dukungannya. Termasuk, banyak calon investor yang akan investasi menunggu bandara komersial operasi,’’ imbuhnya lagi.
Potensi wisata, pendidikan dan pusat perdagangan juga disampaikan oleh bupati pertama yang dipilih langsung rakyat Banyumas ini. ‘’Tegal, Purwokerto merupakan puat perdagangan. Purwokerto juga kota tujuan pendidikan yang asri. Semua wilayah di Bakorwil III juga punya potensi wisata luar biasa,’’ paparnya panjang lebar.

Purbalingga dan Banyumas sudah menunjukkan keseriusan dengan membangun Jembatan Linggamas. Memperpendek jarak Purwokerto-Purbalingga dari 30 km menjadi 14 km. Setelah puluhan kali pertemuan dan koordinasi, presentasi dan mendapat lampu hijau TNI AU, kini menunggu bola di Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

‘’Kami sudah melapor dan menyiapkan semua berkas ke Gubernur. Setelah ini, kami menunggu MoU Gubernur dengan TNI AU soal pengelolaan dan pengembangannya bagaimana, dan tugasnya siapa,’’ kata Mardjoko.
Sambil menunggu syarat formal, perwakilan kepala daerah meminta diizinkan Lanud menjadi Bandara Rintisan sekitar tiga bulan. Mengingat sudah ada Susi Air yang siap beroperasi dan menyatakan fasilitas landasan yang ada saat ini sudah layak untuk pesawat berpenumpang 12 orang.

‘’Kita berharap rintisan segera diizinkan. Selama tiga bulan, nanti booking seat tiket disebar dan belinya di pemkab. Artinya ada jaminan penumpang pasti. Menuju Purbalingga (Jateng Barat)-Jakarta hanya satu jam,” kata Mardjoko.(Rujito-63)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER