JAKARTA- Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah merekomendasikan nama-nama kader yang layak dipecat. Mereka adalah kader-kader yang terlibat dalam sejumlah kasus yang dianggap mencemarkan nama baik partai. “Kami sudah memberi surat kepada DPP untuk beberapa orang yang harus ditindak,” terang Ketua Dewan Kehormatan, TB Silalahi, Sabtu (11/2).
Menurutnya, surat tersebut sudah dikirimkan. DPP Demokrat yang dipimpin Anas Urbaningrum diberi waktu tujuh hari untuk memprosesnya.
Jika rekomendasi diabaikan, Dewan Kehormatan akan mengambil langkah sendiri menyangkut pemberhentian tersebut. “Sesudah DPP terima kemudian ditindaklanjuti, harus mereka yang mengumumkan. Tapi disarankan, laksanakanlah keputusan itu,” tandasnya.
Silalahi yakin Anas akan melaksanakan rekomendasi Dewan Kehormatan. Menurut dia, Anas tak mungkin melawan yang telah menjadi keputusan Dewan Kehormatan. Pasalnya, rekomendasi itu diyakini mampu menyelamatkan partai dan pribadi Anas.
Bermasalah
Sayangnya, Silalahi yang juga mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara itu enggan mengungkapkan nama-nama kader bermasalah tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya informasi ini kepada pihak DPP.
Sebelumnya berkembang isu nama Angelina Sondakh dan Sudewo masuk dalam daftar rekomendasi tersebut. Angelina yang pernah menjabat wakil sekjen tersangkut kasus Wisma Atlet SEA Games.
Adapun Sudewo adalah ketua DPP bidang Organisasi dan Pembinaan Kader. Beberapa hari lalu, Sudewo telah membantah rumor mengenai pemberhentiannya dari partai berlambang bintang mercy ini.
Silalahi meminta media menanyakan hal tersebut kepada juru bicara partai, Andi Nurpati. “Tanya dulu Andi Nurpati. Tanya dia. Itu keputusan Dewan Kehormatan,” jelasnya.
Silalahi mengemukakan, penunjukannya sebagai ketua Dewan Kehormatan Demokrat oleh Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono lantaran faktor senioritas.
“SBY tunjuk saya karena saya senior ikut perjuangkan partai ini. Dan beliau bilang, Insya Allah ini akan dituruti oleh para yunior,” terang Silalahi.
Untuk membenahi partai, dia menyatakan akan menggunakan cara persuasif. Dialog dengan kader mengenai komitmen terhadap partai akan diintensifkan.
Menurutnya, prinsip “Santun, Cerdas, dan Bersih” harus diikuti oleh semua kader Demokrat. Tiga hal ini amat penting dalam memajukan partai. (ant,dtc-65)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad