MALANG- Pertandingan Bontang FC menghadapi tuan rumah Arema IPL Sabtu sore (11/2) di stadion Gajayana ditunda. Pasalnya, ada dua panpel yang mengaku sah sehingga menimbulkan kekacauan.
Panpel dari manajemen PT Arema Indonesia ditangani Yunus, adapaun panpel dari kubu Peni Suparto menunjuk Subur Triono. Hal itu membuat aparat kepolisian resort Kota Malang menunda pertandingan sore itu tanpa ada batas waktu.
"Sepanjang dua kubu panpel tidak ada kata sepakat, pertandingan inipun tidak akan bisa dilaksanakan" tegas Kompol Irfan Susanto Wakil Kapolresta Malang di Stadion Gajayana kemarin sore.
Kemelut itu disesalkan manajemen Arema IPL. Pasalnya, kedatangan Ketua Disiplin PSSI, Bernard Limbong, yang bersamaan dengan Peni Suparto di Stadion Gajayana Malang justru menambah keruh suasana
Media Officer Arema IPL Noor Ramadhan menegaskan, Bernard Limbong berada di pihak Peni Suparto yang mengaku telah mengambil Yayasan Arema. Runyamnya, Bernard mengaku tidak tahu dengan pengiriman berkas mundurnya delapan pemain Arema, Noh Alam Shah cs.
Demo Peni
Batalnya pertandingan tersebut bukan hanya merugikan Aremania yang sudah membeli tiket, tapi juga pedagang asongan. Mereka akhirnya demo ke rumah dinas wali kota Peni Suparto untuk minta ganti rugi karena dagangannya batal terjual.
Sementara, pemain dari kubu Peni (Noh Alam Shah dkk) masih berada di dalam bus dan tidak berani turun karena diprotes puluhan Aremania. Sebaliknya, pemain Arema IPL asuhan Dejan sudah berada di kamar ganti pemain tanpa diprotes penonton. (jo-73) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad