panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Muria
12 Februari 2012
Budi Daya Lebah Madu di Lereng Muria
  • Oleh Yudha Putra K
DIBANDINGKAN daerah lainnya, wilayah utara Kabupaten Pati tergolong lebih hijau. Khususnya, wilayah Keca­matan Gembong dan Tlogowungu yang berlokasi di sekitar lereng Pegunungan Muria. Di kedua kecamatan ini, masih banyak terdapat hutan lindung maupun hutan produksi, seperti jati, randu, dan pohon karet. Selain itu, hamparan lahan pertanian juga masih cukup luas.

Kondisi lingkungan alam seperti inilah yang mendorong warga setempat membudidayakan lebah madu. Usaha tersebut juga digiatkan pihak Perum Perhutani yang mengelola kawasan hutan di Desa Regaloh, Kecamatan Tlogo­wungu. Dipilihnya budidaya itu, karena bunga pohon jati dan randu, merupakan sumber madu bagi lebah. Sedang padi dan jagung merupakan sumber polen (serbuk sari bunga) bagi lebah.

Sugiarto (29), mandor Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan (UP3) Regaloh menjelaskan, pada bulan Mei hingga Juli, biasanya lebah mencari madu pada bunga randu. Setelah memasuki Agustus hingga Oktober, mencari madu pada bunga pohon karet.

Lalu bagaimana pada periode bulan September-April? Kata Sugiarto, periode itu merupakan masa paceklik. Pasalnya, pohon randu dan karet yang ada di wilayah Tlogo­wungu dan Gembong sedang tidak ber­bunga. Sehingga, lebah tak punya sumber makanan lagi dari pepohonan tersebut.

Kini lebah madu atau apis mellifera yang dibudidayakan pihaknya hanya bisa menda­patkan polen dari tanaman padi dan jagung milik petani. ‘’Lebah biasanya mencari polen yang ada di tanaman jagung pada pagi hari sekitar pukul 07.00-08.00. Dan, kegiatan mencari polen pada padi, menjelang siang atau sekitar pukul 11.00,’’ terang Sugiarto.

Tak Cukup

Hanya saja, polen tidak cukup memenuhi kebutuhan pakan lebah. Sebab, serbuk sari itu bukan merupakan pakan utama. Bila tidak mendapatkan asupan madu yang cukup, lebah tak akan mampu bertahan hidup. ‘’Kalau musim paceklik seperti ini, biasanya peternak akan memberi lebah-lebah mereka dengan air gula. Hal ini juga yang kami lakukan. Air gula itu merupakan pengganti madu. Jika tak diberi gula, lebah akan mati karena kekurangan makanan,’’ terangnya.

Dalam satu wilayah pembudidayaan umumnya terdapat 130-140 kotak sarang lebah. Di UP3 Regaloh masih memiliki 7 rit atau sekitar 130 hingga 140 kotak sarang. Di luar masa paceklik, kemampuan produksi madu rata-rata bisa mencapai sekitar 2 ton per rit. Sebenarnya target produksi madu dipatok hingga 6-7 ton per rit. Tetapi, untuk sementara target itu belum bisa terpenuhi. Tiap rit sarang lebah hanya bisa menghasilkan madu sekitar 2 ton. (79)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER