KONDISI cuaca juga berpengaruh terhadap budi daya lebah madu. Di saat musim hujan, lebah kesulitan mendapatkan sumber madu. Pasalnya, tak banyak pohon randu atau karet yang berbunga.
Kondisi cuaca seperti ini tentunya sangat berpengaruh terhadap produksi madu. Sebab, hampir semua warga yang membudidayakan lebah madu tak bisa lagi mendapatkan hasil. ‘’Makanan lebah untuk mendapatkan madu tidak banyak didapat,’’ kata Sugiarto, mandor pada Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan (UP3) Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Selain karena faktor kondisi cauca, semakin berkurangnya kawasan hutan randu, jati dan karet, juga berpengaruh terhadap kuantitas produksi madu. Sebab bunga dari pepohonan tersebut merupakan sumber madu bagi lebah. Bila kawasan hutan semakin berkurang, otomatis lebah juga akan kesulitan mencari madu.
Oleh karena itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat lebih menggalakkan penghijauan. Menurutnya, ke depan kegiatan penghijauan tersebut akan membawa dampak yang positif bagi para peternak lebah, serta pengusaha madu.
Stok Madu
Meskipun tidak banyak memproduksi madu, kondisi itu telah diantisipasi warga yang membudidayakan lebah madu di wilayah Kecamatan Tlogowungu dan Gembong. Mereka umumnya memiliki stok madu pada masa peceklik (September-April). Stok itu terpaksa ditimbun karena ketika memasuki masa penen, tak semua madu yang dihasilkan mereka jual. Tandonan madu ini umumnya disimpan di drum plastik. Jika disimpan dengan benar, madu bisa tahan hingga 5 tahun.
Masa paceklik yang dialami perternak lebah sekarang ini, dibenarkan Siti Mu’awanah, pengusaha madu di Desa/Kecamatan Gembong. Kendati masih ada beberapa peternak yang punya simpanan madu, namun akhir-akhir ini dia mulai merasa kesulitan mendapatkan komoditas tersebut.(
Yudha Putra K-79)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad