KUDUS - Panen buah jeruk pamelo muria dilakukan secara bertahap dari Februari hingga April. Sejumlah petani bersama Bupati Kudus Mustofa menandai panen raya pada awal tahun ini di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (11/2).
Buah berukuran besar tersebut diminati tidak hanya masyarakat Kudus, tetapi juga masyarakat luar provinsi seperti Medan, Jakarta, dan Surabaya. Menurut pengepul, Sriyono (54) yang ikut menunggui panen, distribusi buah minimal 350 biji dalam sekali angkut. Jumlahnya bisa lebih karena ada pengepul lain. ”Yang buahnya besar dengan ukuran di atas 1,3 kilogram dibawa ke kota, jika kecil dijual di sekitar kawasan wisata religi Sunan Muria,” ujarnya.
Harga buah per kilogram Rp 10.000 - Rp 15.000. Jika kecil dihargai Rp 100.000 per 40 buah. Harga tersebut stabil karena pasokan buah sepanjang tahun ada. Namun puncak panen terjadi pada Februari dan September. ”Kalau panen, harga tetap stabil,” katanya.
Mustofa seusai mengikuti panen mengatakan, meskipun sama dengan jeruk pamelo di daerah lain, jeruk pamelo muria lebih manis dan kandungan airnya lebih banyak. ”Potensi ekonomi kami dukung karena punya keunggulan dibanding daerah lain,” ujarnya.
Buapti menargetkan, jeruk tersebut tidak hanya didistribusikan ke luar daerah, tapi juga ke mancanegara dengan adanya pemasaran yang terkoordinasi. Dahulu, kata dia, buah tersebut mampu menembus pasar luar negeri atas prakarsa pedagang dari Jakarta yang datang memborongnya.
Bantuan Bibit
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santoso, dukungan Pemkab kepada petani jeruk pamelo di antaranya bantuan bibit 3.000 batang pada 2011. Tahun ini juga direncanakan bantuan 3.000 bibit disertai pupuk organik. ”Buah ini memang perlu diperluas karena akarnya juga mempunyai fungsi memperkuat tekstur tanah sehingga mencegah longsor,” katanya.
Pohon tersebut dapat ditemui di pekarangan rumah warga Japan. Setiap rumah memiliki tiga hingga lima pohon dengan nilai jual per pohon Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Setiap pohon dapat menghasikan puluhan buah.
Di desa itu, luas tanah yang ditanami jeruk pamelo mencapai 100 hektare dari 250 hektare luas desa. Lahan jeruk seluas itu terdiri atas 50 hektare pekarangan rumah dan 50 hektare kebun di lereng Pegunungan Muria. Menurut data Dinas Pertanian, jumlah seluruh pohon jeruk pamelo muria di Kudus mencapai 130.000 batang. Sebanyak 30.000 batang berada di Desa Japan. Selain itu, ada juga di Desa Colo, Rahtawu, Menawan, Singocandi, dan Langgardalem. (H74-60)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad