REMBANG - Warga Desa Ukir beserta aparat hingga Sabtu sore masih mencari Maryam (66) yang hanyut diterjang air bah saat menyeberang Sungai Ukir, Jumat sore. Pencarian dilakukan yang dengan cara menyusuri sungai hingga kemarin sore sudah mencapai wilayah Kecamatan Pamotan atau sekitar 10 km dari lokasi kejadian.
Menurut keterangan sejumlah warga, Jumat sore itu pasangan Maryam dan Rusdi hendak pulang ke rumah dari sawah dengan menyeberangi sungai. Namun saat keduanya tiba di tengah sungai, tiba-tiba muncul air bah yang diduga kiriman dari Gunung Buthak. Rusdi dan Maryam langsung terseret arus air yang kuat itu. Rusdi selamat meski terseret belasan meter, sedangkan Maryam terus hanyut terseret arus.
Rusdi meski dalam kondisi shock langsung mengabarkan tentang hanyutnya Maryam kepada warga. Bersama aparat desa, warga langsung menyusuri sungai. Namun sampai Sabtu sore, upaya itu belum membuahkan hasil.
Kepala Desa Ukir Sale Giyarto mengatakan, kondisi medan yang berat di sepanjang aliran sungai itu menjadi kendala dalam pencarian. Dia mengatakan, warga akan terus mencari hingga jenazah Maryam ditemukan. ‘’Kami mendapatkan bantuan dari aparat Polair Polres Rembang. Kami berharap secepatnya bisa menemukan korban,’’ ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso mengimbau masyarakat untuk waspada karena cuaca ekstrem masih akan melanda Rembang dalam empat hari ke depan. (H19-60)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad