AMBARAWA - Jalan nasional Magelang - Semarang, tepatnya ruas Ngampin-Ambarawa, Kabupaten Semarang yang rusak parah dan berdebu mulai digarap, Minggu (11/2) sore.
Perbaikan terutama pada sepanjang 1.100 meter antara SPBU - depan Kantor Kejaksaan Negeri Ambarawa.
Kepala Satuan Kerja non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Jateng, Ir Herman Suroyo MT sore kemarin mengerahkan pekerjanya di jalan itu. Menurutnya, usia jalan memang sudah sekitar enam tahun.
Pihaknya sejak semula mengagendakan perbaikan secara total. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut tidak dapat diatasi dengan tambal sulam. “Secara usia, konstruksinya sudah tidak dapat menahan beban lalu lintas kendaraan barang. Jadi harus diganti,” ungkapnya kemarin.
Perbaikan itu dilakukan dengan cara meninggikannya. Namun, hal itu tidak dapat selesai dalam waktu singkat. Pihaknya pun memulai lapisan pertama sejak beberapa minggu lalu. Sebelum tahapan berikutnya dimulai kembali, jalanan berdebu. Kondisi tersebut memicu aksi demo warga dan pedagang Serabi di wilayah Ngampin.
Sebagaimana diberitakan, warga dan pedagang bahkan dua kali berunjuk rasa menuntut perbaikan jalan di wilayah itu. Pasalnya, polusi debu akibat jalan rusak itu menyebabkan dagangan mereka tidak laku. Binamarga Jateng pun merespons aksi tersebut, sekaligus melanjutkan tahap kedua perbaikan jalan itu.
Herman mengungkapkan, perbaikan dilakukan dengan sistem lapis kelas A, setebal lebih kurang 20 sentimeter, lebar tujuh meter. Lapis pertama menurutnya setebal delapan sentimeter, sedangkan lapis kedua kini dimulai dengan target selesai sekitar seminggu ke depan.
“Kira-kira tambah enam sentimeter lagi. Kalau itu sudah, ada lagi lapisan terluar tebalnya empat sentimeter,” lanjutnya.
Disiram Air
Perbaikan jalan itu tidak hanya di wilayah Ngampin. Namun, pihaknya menangani perbaikan jalan rusak mulai dari Bawen hingga perbatasan Magelang - DIY. Kerusakan terparah salah satunya memang di ruas Ngampin. Selain itu, depan Pasar Projo Ambarawa dan Kopi Eva Jambu serta sekitar Terminal Bawen juga segera diperbaiki.
Sementara, sebelum perbaikan di ruas Ngampin dimulai sore itu, truk tangki melintas untuk menyiram jalan berdebu tersebut. Aksi unjuk rasa oleh warga pun meredam. Koordinator aksi Hendro Winarto mengatakan, beberapa tuntutan warga telah dipenuhi, sehingga sementara tidak perlu berdemo lagi.
Hingga kemarin terlihat beberapa pedagang serabi mulai kembali berjualan. Beberapa juga terlihat mengenakan masker karena polusi debu belum sepenuhnya lenyap dari lokasi. Mereka tetap berharap perbaikan jalan segera dituntaskan sehingga tidak merugikan.(K33-47)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad